3HM: Molekul nanocarrier terbaru untuk mengobati Glioblastoma multiforme, sejenis tumor otak berbahaya

Glioblastoma multiforme, sejenis kanker otak yang lebih dikenal sebagai “tumor gurita”, adalah salah satu jenis kanker yang sangat berbahaya dan sulit untuk ditangani. Tumor ini mendapatkan julukannya karena memiliki sejenis sulur yang menyebar ke jaringan sekitar dan menyebabkan metastasis. Secara umum, metastasis adalah kondisi dimana kanker telah menyebar dari titik awal ke daerah-daerah lain dalam tubuh. Berdasarkan statistik, Glioblastoma multiforme adalah penyebab kematian tidak kurang dari 15 ribu orang di Amerika Serikat setiap tahunnya.

Mengapa jenis kanker ini sangat sulit untuk diatasi? Persoalan utamanya terletak pada hambatan pada pembuluh darah otak yang merupakan satu-satunya jalur utama untuk menyalurkan obat-obatan dalam terapi kanker. Untungnya tidak lama lagi hambatan ini akan dapat diatasi oleh sekelompok ilmuwan gabungan dari beberapa universitas terkenal. Ting Xu, seorang ilmuwan polimer dari Berkeley University, bersama beberapa ilmuwan dari universitas lain mengembangkan sejenis nanocarrier (molekul nano pembawa) yang tersusun dari peptide amfifilik dan polimer. Nanocarrier ini disebut 3HM dan memenuhi segala parameter terkait dengan suplai obat-obatan kanker melalui pembuluh darah sempit. Amfifilik adalah senyawa kimia yang bersifat hidrofilik dan lipofilik. Hidrofilik adalah senyawa yang bersifat mengikat air, sedangkan lipofilik adalah senyawa yang bersifat mengikat lemak. Adapun amfifilik adalah sifat senyawa yang dapat larut dalam senyawa polar dan non-polar.

 photo A8C9C248-BCCF-44E1-A149-9356C10BE5AC.jpg

3HM diuji pada tumor Glioblastoma multiforme pada tikus. Pengujian dilakukan dengan bantuan formula radioaktif tembaga (copper-64) yang dikombinasikan dengan positron emission tomography (PET) dan magnetic resonance imaging (MRI). Pengujian menunjukkan bahwa 3HM dapat melalui pembuluh darah otak yang sempit dan menumpuk pada permukaan tumor dengan konsentrasi dua kali lipat dari apa yang disetujui oleh FDA.

Menurut Prof Xu, 3HM mampu melakukan penetrasi dalam pada tumor dan tidak menimbulkan akumulasi obat pada organ-organ lain seperti hati dan limpa (sesuatu yang sering menyebabkan efek samping pada kebanyakan terapi kanker). Ukuran 3HM adalah 20 nanometer dan mampu menembus sumbatan-sumbatan dalam pembuluh darah otak yang disebabkan oleh sulur-sulur Glioblastoma multiforme. Dengan ukuran yang hanya 20 nanometer, 3HM mampu mengatasi hambatan yang dialami oleh nanocarrier lainnya yang rata-rata berukuran 110 nanometer. Kebanyakan pengobatan tidak efektif karena nanocarrier sulit untuk menembus sepenuhnya berbagai sumbatan dalam pembuluh darah otak.

Faktor utama mengapa otak rentan terhadap kanker, terletak pada komposisi sel-sel otak itu sendiri. Untuk diketahui, mayoritas sel-sel otak terdiri dari sel-sel glial. Tidak seperti sel neuron, sel glial memiliki siklus kelahiran, diferensiasi, dan mitosis, sehingga sangat rentan terhadap kanker. Perubahan antar siklus menyebabkan kanker sulit diidentifikasi karena ketika dideteksi sel-sel tumor seakan-akan berubah bentuk.

 photo 216C77F2-A3A7-4831-A378-8482B5F7185E.jpg

Sekarang para ilmuwan yang dipimpin oleh Profesor Xu tengah menyelidiki ukuran paling efektif dari nanocarrier yang digunakan untuk pengobatan Glioblastoma multiforme atau tumor gurita. Sementara ini, terapi dilakukan pada tikus dan jika segala sesuatu berjalan lancar maka akan dilakukan pada manusia.

 

Credit: Science Daily, Klinik Indonesia, Wikipedia: Metastasis, Wikipedia: Hidrofilik, Plengdut.

Post Author: Todo Golo

Penulis profesional di bidang sains dan teknologi.

Leave a Reply