Awas! Wabah penyakit baru ini juga dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti!

Zika…, kata yang mendadak populer hampir sebulan belakangan ini. Jika kamu rutin menyimak berita-berita internasional, kamu mungkin telah mengetahui bahwa Zika adalah virus yang sekarang lagi heboh-hebohnya mewabah di Brazil. Zika adalah virus yang masih satu keluarga dengan virus penyebab demam berdarah. Sialnya lagi, virus ini juga disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Sehingga, penyebarannya sangat cepat di daerah-daerah tropis.

Untuk sementara ini Zika hanya menyebar di Brazil, namun jika seorang dari Brazil yang terjangkit virus Zika ke Indonesia misalnya dan digigit oleh nyamuk Aedes aegypti, bisa dipastikan virus Zika akan menyebar pula dengan pesat di Indonesia tercinta ini. Zika sendiri adalah bukan virus baru, virus ini telah dikenal sejak beberapa puluh tahun lalu cuma penyebarannya tidak terlalu pesat di wilayah Asia.

img_0188-1
Gejala Zika hampir mirip dengan Demam Berdarah, bedanya demam yang diakibatkan virus Zika tidak terlalu tinggi. Selain itu penderita Zika juga cenderung mengalami infeksi mata yang ditandai dengan penampilan mata yang kemerah-merahan. Sejauh ini Zika telah mengakibatkan kematian beberapa orang bahkan seminggu terakhir ini Zika menyebabkan kematian 5 orang bayi. Bahayanya Zika adalah penyakit ini bisa mengakibatkan cacat lahir pada bayi. Mengerikan bukan?

Untungnya baru-baru ini Kementerian Kesehatan Brazil mengembangkan sebuah metode baru untuk mengidentifikasi kandungan virus dalam darah manusia, tidak hanya Zika, namun juga virus penyebab Demam Berdarah dan Chikungunya. Ada tiga virus yang dapat dideteksi karena tiga virus ini disebarluaskan oleh nyamuk yang sama, Aedes aegypti. Menteri Kesehatan Brazil, Marcelo Castro, menegaskan bahwa prioritas pengujian virus ini akan diarahkan pada ibu hamil karena virus Zika dapat menyebabkan cacat pada bayi lahir.

Untuk lebih jelasnya dapat disimak di video di bawah ini.

Credit: Science DailyCDC

Post Author: Todo Golo

Penulis profesional di bidang sains dan teknologi.

Leave a Reply