Bahan bakar cair dari polusi udara? Ternyata bisa!

Hebat! Sebuah tim ilmuwan kimia dari University of Texas (UTA) telah membuktikan bahwa cahaya, panas, dan tekanan tinggi terkonsentrasi dapat menjadi dasar dari teknik konversi karbon dioksida dan air menjadi bahan bakar hidrokarbon cair hanya dengan satu langkah!

Teknologi baru nan sederhana ini memiliki potensi yang sangat besar untuk mengurangi pemanasan global oleh polusi udara sembari menciptakan bahan bakar! Teknologi ini sangat ramah lingkungan karena menghasilkan oksigen sebagai output. Bayangkan selama ini teknologi bahan bakar menghasilkan karbon dioksida sebagai outputnya, nah teknologi ini malah menghasilkan oksigen. Jelas lingkungan hidup akan menerima dampak positif.

 photo 55ECF214-5327-4F01-B192-2F16DCA88260.jpg

Menurut Frederic MacDonell, peneliti utama, proyek UTA ini dapat langsung diaplikasikan ke sistem pembakaran hidrokarbon yang selama ini digunakan di mobil, truk, atau bahkan pesawat terbang. Dalam sebuah artikel yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences, tim UTA menunjukkan bahwa konversi satu langkah karbon dioksida dan air menjadi hidrokarbon cair dan oksigen dapat dicapai dalam Reaktor Aliran Fototermokimia yang beroperasi pada rentang suhu 180 hingga 200 derajat Celcius dan tekanan hingga 6 atmosfer.

Brian Dennis, peneliti lain, mengungkapkan bahwa timnya adalah tim pertama di dunia yang menggunakan cahaya dan panas untuk mensintesis hidrokarbon cair dari karbon dioksida dan air dalam reaktor satu langkah.

Prinsip Sistem

Cahaya yang terkonsentrasi mendorong reaksi fotokimia yang menghasilkan zat transisi berenergi tinggi yang akan mendorong reaksi rantai termokimia dari karbon. Hasilnya adalah hidrokarbon dan seperti dijelaskan di atas, proses ini hanya berlangsung dalam satu langkah saja. Katalis yang digunakan adalah titanium oksida, semacam bubuk putih yang tidak dapat menyerap seluruh spektrum cahaya. Penggunaan titanium oksida sangat berkaitan dengan reaksi fotokimia yang melibatkan cahaya.

Rencana

Selama ini cahaya yang digunakan adalah cahaya buatan, namun kedepannya para ilmuwan akan mencoba menggunakan cahaya matahari. Untuk itu mereka sedang berusaha mengembangkan katalis yang dapat bekerja dengan cahaya matahari. Para ilmuwan menginginkan suatu saat nanti mereka dapat menggunakan semacam parabola raksasa yang akan mengkonsentrasikan cahaya matahari ke katalis yang cocok. Proses yang melibatkan cahaya matahari akan lebih baik dari proses dengan cahaya buatan, karena akan terdapat banyak kelebihan cahaya yang bisa digunakan untuk mentenagai panel surya dan pemurnian air. Jadi mereka membayangkan bahwa suatu saat nanti mereka dapat membuat satu sistem integral yang menggabungkan antara produksi bahan bakar cair, tenaga surya, dan juga fasilitas pemurnian air. Sungguh suatu rencana yang ambisius bukan?

Bagaimanapun kita sekarang sedang berada dalam era revolusi energi terbarukan dan ramah lingkungan. Para ilmuwan meramalkan bahwa dalam beberapa puluh tahun ke depan, kita dapat melihat asap hitam hasil pembakaran sebagai sejarah belaka. Semoga!

Credit: Science Daily

Post Author: Todo Golo

Penulis profesional di bidang sains dan teknologi.

Leave a Reply