Bakteri penghancur nikotin dalam darah menjadi cara baru menghilangkan kecanduan merokok

Merokok merupakan kegiatan berbahaya. Hal ini sudah umum diketahui, dari anak-anak hingga nenek-nenek tentu mengetahuinya. Tapi kenapa jumlah perokok masih banyak? Jumlah perokok saat ini diperkirakan mencapai satu miliar orang dan mengakibatkan kematian 50 juta orang dalam 10 tahun terakhir! Kematian akibat rokok per tahun jauh lebih banyak daripada kematian akibat senjata apapun atau perang apapun! Jika ada benda yang disebut sebagai senjata pemusnah masal maka benda itu bukan bom atom tetapi rokok!

Setidaknya ada tiga faktor yang menyebabkan para perokok sulit untuk menghentikan kebiasaan buruk mereka; tidak ada motivasi kuat, pergaulan, dan nikotin itu sendiri. Tidak adanya motivasi kuat dan pergaulan dapat ditekan, mungkin dengan bantuan psikolog, namun bagaimanakah dengan nikotin? Nikotin adalah zat adiktif, yaitu zat yang mampu menyebabkan kecanduan. Nikotin, sama halnya dengan zat adiktif lain, mempengaruhi atau kasarnya merubah keseimbangan kimia dalam otak manusia. Yang dipengaruhi nikotin adalah dopamine dan norepinephrine, dua jenis cairan otak yang mengendalikan perasaan rileks dan bahagia. Inilah sebabnya orang yang merokok cenderung mendapatkan ketenangan dan pelarian dari stress.

 photo 57B19DF8-96CF-4DB5-8B99-52FDCF9CCBEC.jpg

Nah, para ilmuwan dari Scripps Reseach Institute di Amerika Serikat, mencoba mengatasi kecanduan rokok dengan berfokus pada nikotin itu sendiri. Mereka menggunakan suatu bakteri bernama Pseudomonas putida. Bakteri ini telah lama dikenal sebagai bakteri yang mampu untuk mendegradasi limbah tembakau. Bakteri ini mampu menguraikan berbagai limbah berbasis tembakau yang selama ini cukup berbahaya bagi lingkungan. Pseudomonas putida mengandung suatu enzim yang dinamakan NicA2. NicA2 ini mengandung flavin, sejenis protein. Flavin atau lengkapnya flavoprotein merupakan salah satu protein yang terlibat dalam transformasi elektron. Flavin terdiri dari berbagai macam tipe, salah satunya adalah sitokrom yang sensitif terhadap cahaya biru. Sitokrom berfungsi dalam perbaikan DNA. Pada dasarnya hampir semua bentuk dari Flavin berperan dalam perbaikan sel.

 photo 798DA423-08A8-4DDA-8957-F2C49251C0FF.gif

Para ilmuwan menemukan bahwa jika flavin disuntikkan dalam aliran darah, protein ini mampu menghilangkan unsur-unsur nikotin dalam darah hanya dalam waktu 30 menit! Percobaan ini telah dilakukan pada tikus dan ternyata si tikus tidak menunjukkan efek samping apapun. Aplikasi NicA2 ternyata mampu mengubah unsur adiktif nikotin menjadi unsur yang tidak adiktif. Dengan menghilangkan unsur nikotin dalam darah maka suplai nikotin ke otak dapat dihentikan dan dengan demikian komposisi kimia dalam otak tidak akan terganggu. Ini adalah terobosan penting yang menyasar inti masalah. Penelitian ini telah dipresentasikan dalam sebuah makalah di Journal of the American Chemical Society.

Credit: Sci-NewsWikipedia: TembakauWikipedia: FlavoproteinWeb Kesehatan.

Post Author: Todo Golo

Penulis profesional di bidang sains dan teknologi.

Leave a Reply