Beberapa Drone ini Dapat Dikendalikan Sekaligus, Dengan Hanya Menggunakan ‘Kehendak’ Satu Orang Saja!

Quadcopter, atau kita mengenalnya sebagai drone biasa dikendalikan dengan menggunakan sebuah remote control dari kejauhan. Namun bagaimana jika ‘mainan’ tersebut dapat kita kendalikan dengan pikiran kita? Tidak hanya satu, bahkan kita dapat mengendalikan beberapa drone sekaligus dengan hanya memikirkannya. Mengapa tidak menggunakan remote control, tentu adalah karena pengendali jarak jauh tersebut hanya dapat digunakan untuk mengendalikan satu saja drone. Berbeda dengan otak manusia yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan beberapa hal sekaligus dalam satu waktu tertentu.

Paling tidak seperti itulah apa yang sedang diteliti oleh sekelompok ilmuwan dari Arizona State University fakultas Mechanical and Aerospace Engineering. Mereka memasangkan sebuah helm kontrol yang dilengkapi dengan 128 kabel elektroda. Keseluruhan kabel elektroda tersebut dihubungkan dengan seperangkat komputer pengendali drone, sekaligus untuk merekam aktifitas otak subyek selama proses penelitian.


Panagiotis Artemiadis, direktur Laboratorium Robot dan Kontrol Humanoid menjelaskan bahwa tujuan studi mereka adalah untuk memetakan sandi dari aktivitas otak selama ia mengontrol robot. Mereka berusaha membandingkan pergerakan drone yang dikontrol dengan aktivitas otak yang terekam oleh komputer. Untuk mengendalikan drone tersebut, pengontrol menyaksikan sebuah layar sembari berpikir dan memvisualisasikan pergerakan drone. Selain merekam aktivitas otak, pergerakan drone juga direkam oleh sistem komputer.

“Selama dua hingga tiga dekade terakhir telah dilakukan banyak penelitian antarmuka otak-mesin tunggal, dimana Anda hanya mengendalikan satu mesin saja,” demikian ungkap Artemiadis sehingga membuatnya terdorong untuk mendalami konsep multi-kontrol ini.

Satu hal yang unik dari penelitian ini adalah bahwa setiap individu otak manusia memiliki karakter yang berbeda-beda. Hal tersebut membuat Artemiadis harus selalu melakukan kalibrasi jika ingin mengganti-ganti subjek penelitian. Bahkan ia harus melakukannya setiap hari karena sinyal otak selalu berubah dari hari ke hari.

Ke depan penelitian Artemiadis adalah untuk menggunakan beberapa subjek orang untuk mengontrol beberapa robot sekaligus. Ia berencana untuk terus mengembangkan penelitiannya agar didapatkan konsep yang matang. Bukan tidak mungkin cita-cita Artemiadis untuk membuat sekumpulan robot dikendalikan secara bersama-sama dapat digunakan untuk sebuah misi search & rescue.

Credit: Science Daily

Post Author: Onny Apriyahanda

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply