Berpegangan tangan terbukti secara ilmiah mengurangi rasa sakit, dan menyinkronkan kedua otak pasangan! Romantisnyaaa…

Anda masih jomblo?! Sebaiknya Anda segera temukan pasangan Anda! Karena sebuah penelitian terbaru berhasil menguak fakta bahwa berpegangan tangan dapat mengurangi rasa sakit salah satu pasangan yang sedang merasakannya. Tak hanya itu! Aktivitas romantis ini juga terbukti secara ilmiah, dapat menyinkronkan kedua gelombang otak pasangan tersebut. Semakin sinkron gelombang otak mereka, maka semakin jauh berkurang rasa sakit yang dirasakan.

Penelitian terbaru ini dilakukan oleh University of Colorado Boulder, Amerika Serikat, bersama University of Haifa, Israel.

Penelitian ini menjadi petunjuk paling mutakhir mengenai fenomena yang dikenal dengan istilah “sinkronisasi interpersonal,” dimana seseorang merasa menjadi bayangan dari orang yang ada didekatnya. Penelitian ini juga menjadi pembuktian akan sinkronisasi gelombang otak manusia dalam hal rasa sakit, serta pandangan baru akan hubungan antar otak akibat saling bersentuhan.

5B01C51A-3A18-428F-AC3F-29CE2E4F73DC

Adalah Pavel Goldstein, seorang doktor peneliti rasa sakit di laboratorium Cognitive and Affective Neuroscience, University of Colorado Boulder, penulis jurnal penelitian ini, yang memiliki ide untuk meneliti masalah terkait. Suatu saat ia harus menemani istri melahirkan putrinya, dan saat ia menggenggam tangan istrinya, ia menyadari bahwa rasa sakit istrinya berkurang.

“Saya ingin menguji hal ini di laboratorium: Dapatkah rasa sakit benar-benar menurun akibat bersentuhan, dan jika ya, bagaimana?” demikian ungkap Goldstein seperti yang kami lansir dari laman Science Daily.

Selanjutnya Goldstein beserta koleganya mengumpulkan 22 pasangan sebagai responden. Pasangan-pasangan tersebut memiliki rentan usia antara 23 hingga 32 tahun, dengan minimal telah saling bersama selama setahun lamanya.

Metode penelitian yang mereka lakukan adalah dengan menggunakan alat electroencephalography (EEG) selama dua menit untuk mendeteksi aktifitas gelombang otak pasangan tersebut. Beberapa skenario telah disiapkan yakni duduk berdua tanpa bersentuhan, duduk berdua sambil berpegangan tangan, dan duduk terpisah berbeda ruangan. Skenario tersebut diulang lagi dengan kondisi sang wanita diberi stimulus sakit panas ringan di area tangan.

Hanya dengan kehadiran pasangan saja, dengan atau tidak saling berpegangan tangan, terdapat sinkronisasi gelombang otak pita alpha mu, gelombang yang terkait dengan fokus seseorang. Ditambah dengan saling berpegangan tangan ketika si wanita sakit, ikatan tersebut meningkat drastis.

Lebih lanjut lagi, ketika pasangan pria semakin berempati karena sakit yang dirasakan pasangan wanita, maka otak akan semakin tersinkronisasi. Jika otak semakin sinkron, rasa sakit yang dirasakan akan semakin berkurang.

Lalu apa sebenarnya yang terjadi di dalam otak kita?

Goldstein mengungkapkan bahwa masih diperlukan penelitian mendalam mengenai hal ini. Namun ia beserta para koleganya berusaha menjelaskan fenomena ini. Sentuhan empati akan membuat seseorang merasa mengerti, yang akan mengaktifkan – sesuai dengan penelitian sebelumnya – mengaktifkan mekanisme pereda rasa sakit di dalam otak.

“Sentuhan interpersinal menyamarkan batas antara seseorang dengan pasangannya,” demikian kutipan hasil penelitian terkait.

Credit: Science Daily

Post Author: Onny

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply