Busa ini memiliki kemampuan insulator jauh lebih baik daripada busa konvensional!

Para ilmuwan Nanyang Technological University (NTU) dari Singapura berhasil mengembangkan sebuah material baru yang akan membuat kendaraan dan gedung-gedung menjadi lebih dingin dan kedap suara dibandingkan dengan menggunakan material insulator yang ada saat ini. Material baru bernama komposit aerogel ini mampu menahan panas hingga 2,6 kali lebih baik jika dibandingkan dengan busa penahan panas konvensional yang saat ini banyak beredar di pasaran. Tak hanya itu, jika dibandingkan dengan busa insulator suara, maka komposit busa ini mampu meredam 80% kebisingan, 30% lebih baik daripada busa peredam konvensional.

Komposit busa ini dikembangkan selama empat tahun oleh Prof Sunil Chandrankant Joshi bersama salah satu mahasiswa PhD-nya Dr Mahesh Sachithanadam. Mereka membuat komposit busa ini dari material utama silika aerogel ditambah dengan beberapa zat aditif yang tidak dijelaskan secara detail oleh mereka. Tidak dibukanya ‘resep’ komposisi komposit kreasi mereka ini tentu terkait dengan hak paten atas material baru ini. Tak hanya itu, lisensi atas produk ini juga telah dibeli oleh salah satu perusahaan lokal Singapura Bronx Creative Design Center Pte Ltd (BDC) seharga 7 Juta Dollar Singapura, yang berniat untuk memproduksi massal busa inovatif ini ke pasar Asia Tenggara paling tidak di awal tahun 2017 mendatang.


Komposit busa yang diberi merk “Bronx AeroSil” ini selanjutnya dikembangkan lebih lanjut ke berbagai model aplikasi oleh Dr Mahesh, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bagian Teknologi BDC sejak proses pembelian lisensi dilakukan. Salah satu contohnya adalah kebutuhan untuk insulator kebisingan pada truk, Bronx AeroSil hanya membutuhkan ketebalan 15 mm untuk menghasilkan efek insulator yang sama jika menggunakan busa konvensional setebal 25 mm. Untuk menahan panas, Bronx AeroSil yang dibuat 50% lebih tipis daripada insulator panas konvensional, masih mampu meredam panas 37% lebih baik.

“Untuk kebutuhan insulasi panas dan kebisingan, kita dapat menggunakan lebih sedikit material untuk menghasilkan efek yang sama, yang tentu akan menekan biaya keseluruhan atas kebutuhan material dan logistik,” ungkap Dr Mahesh.

Tak hanya sangat baik digunakan sebagai bahan insulator panas dan suara, material ini juga tahan api dan super kuat. Sebuah percobaan menunjukkan bahwa pada saat salah satu permukaan busa dibakar dengan api 1100 derajat Celcius, ternyata temperatur permukaan yang lain masih mampu bertahan pada temperatur ruang. Selain itu sepotong kecil busa berukuran 10 cm kali 10 cm dengan berat hanya mencapai 15 gram, mampu menahan berat hingga 300 kilogram tanpa mengalami kerusakan.

“Busa tipis NTU kami ini juga ramah lingkungan jika diproduksi, terkait dengan tidak dibutuhkannya perlakuan panas yang tinggi serta bebas dari bahan-bahan beracun. Oleh karena itulah produk ini ramah terhadap lingkungan dan lebih tidak berbaya bagi alam sekitar,” demikian ungkap Prof Sunil menjelaskan mengenai keramahan lingkungan busa komposit ini.

 photo 63C81319-3C29-43D0-B1D2-5571BEE74AB8.jpg

Apa yang diungkapkan oleh Prof Sunil tersebut sejalan dengan visi Thomas Ng, Direktur R&D dari BDC. “Dengan industri global yang semakin mengarah ke green manufacturing dan menekan emisi karbon, maka busa baru yang kami produksi ini akan mampu berkontribusi terhadap kondisi tersebut sekaligus memberikan performa yang lebih baik.”

Pada kuartal pertama 2017, BDC akan memproduksi Bronx AeroSil untuk beberapa klien yang sudah memesan produk ini seperti perusahaan otomotif, elektronik, serta perusahaan minyak dan gas. BDC juga sedang melakukan negosiasi dengan berbagai perusahaan untuk dapat melakukan ekspansi ke India serta berbagai negara di Asia Tenggara.

Credit: Science Daily, Nanyang Technological University

Post Author: Onny Apriyahanda

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply