Cara baru mengatasi wabah malaria dengan “memproduksi” nyamuk-nyamuk baru!

Nampaknya ini adalah langkah yang paling revolusioner dalam usaha untuk meminimalisir penyakit malaria di dunia selama ini. Beberapa waktu lalu, para ilmuwan biologi dari University of California melakukan eksperimen memproduksi nyamuk-nyamuk yang membawa gen pemblokir transmisi parasit penyebab malaria, dengan harapan nyamuk-nyamuk hasil rekayasa mereka akan kawin-mawin dengan nyamuk Anopheles lainnya (nyamuk pembawa malaria) dan menghasilkan nyamuk-nyamuk baru yang membawa gen rekayasa (gen pemblokir transmisi malaria). Para peneliti ini menggunakan teknik yang disebut dengan gen-editing; sebuah teknik rekayasa genetika dimana DNA dapat dimasukkan, diganti, dan dihapus dari genom. Nyamuk-nyamuk yang dilengkapi dengan gen pemblokir malaria akan meneruskan gen tersebut pada keturunannya.

 photo 1228690A-F84F-4977-8023-2D56988746B7.gif

Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Eksperimen ini difokuskan pada nyamuk Anopheles betina dimana mereka diarahkan untuk kawin dengan nyamuk Anopheles jantan liar yang berkeliaran di kawasan padat penduduk, seperti di kota-kota India. Dengan sistem kawin-mawin antar nyamuk, para ilmuwan berpendapat bahwa usaha pemberantasan malaria akan jauh lebih efektif dan luas.

“Populasi nyamuk pembawa gen pemblokir malaria dapat meningkat 100 kali lipat hanya dalam 10 generasi”, ungkap Valentino Gantz, seorang ahli biologi di University of California. Sedangkan menurut Anthony James, aplikasi gen-editing ini tidak akan terbatas pada pemberantasan malaria saja namun juga dapat diaplikasikan pada wabah-wabah lainnya.

 photo 46F4620F-8FBC-42E3-A632-8E0CC57BD877.jpg

Eksperimen tak berhenti sampai di sini, dan saat ini eksperimen dikembangkan ke arah untuk memunahkan nyamuk Anopheles yaitu dengan rekayasa genetik untuk menciptakan nyamuk jantan saja, dengan kata lain begitu nyamuk rekayasa kawin dengan nyamuk liar, mereka hanya dapat menghasilkan nyamuk jantan saja dan itu berarti awal dari kepunahan spesies. Masalah malaria merupakan masalah kronis dan akut. WHO memperkirakan hanya pada 2015 saja, terdapat 214 juta kasus malaria yang menyebabkan lebih dari 400 ribu orang meninggal dunia. Tentu ini adalah jumlah yang fantastis bahkan melebihi jumlah korban perang yang tewas di konflik Suriah selama 1 tahun.

Credit: News Daily, Wikipedia: Malaria, Wikipedia: Genome Editing.

Post Author: Todo Golo

Penulis profesional di bidang sains dan teknologi.

Leave a Reply