Cymatics: Saat Musik Berpadu Dengan Sains

Cymatics adalah sebuah ilmu yang mempelajari berbagai bentuk visualisasi dari suara. Visualisasi tersebut dapat bermacam-macam, salah satu yang paling lazim adalah bentuk gelombang permukaan air pada saat air tersebut dekat dengan sumber bunyi. Gambar di bawah ini adalah contoh bentuk-bentuk gelombang permukaan air pada sebuah nampan yang diletakkan di atas speaker.

IMG_2658.JPG

Keindahan Cymatics di Permukaan Air
(Sumber)

Cymatics sudah dipelajari sejak abad ke 17 oleh Robert Hook dan Ernst Chladni. Namun istilah cymatics baru diperkenalkan oleh seorang dokter sekaligus anthroposophist bernama Hans Jenny dari Swiss pada tahun 1960. Ia menggunakan material kristal piezoelectric yang berfungsi sebagai transduser untuk mengkonversikan frekuensi suara menjadi bentuk getaran. Kristal ini dihubungkan dengan plat baja, sehingga getaran yang dihasilkan kristal piezoelectric akan meresonansi plat tersebut. Selanjutnya permukaan plat ditaburi bubuk lycopodium, bubuk ini akan berkonfigurasi membentuk pola-pola tertentu sesuai dengan resonansi yang dihasilkan oleh plat baja. Dengan kata lain, perubahan frekuensi suara akan mengubah bentuk pola bubuk-bubuk lycopodium.

Video di atas adalah sebuah demonstrasi cymatics dengan sumber bunyi dari berbagai alat musik. Media cymatics yang digunakan pun bermacam-macam, dari media air, serbuk, logam cair, api, bola plasma, hingga efek kilatan cahaya pada Tesla Coil. Kesemuanya ini bukan sihir, akan tetapi kombinasi cantik antara seni musik, dan tentu saja, sains.

cymatics


Referensi:

Post Author: Onny Apriyahanda

"Science is the highest Art in the universe."

One thought on “Cymatics: Saat Musik Berpadu Dengan Sains

  • Baehaqi

    (October 20, 2015 - 11:29 am)

    Keren mas. dulu kakak tingkat saya ada yang coba untuk memvisualisasikan bentuk gelombang frekuensi tertentu

Leave a Reply