DARPA Mengembangkan Helikopter dengan Robot Kaki Serangga

Serangga memang telah menjadi inspirasi bagi para insinyur robotika sejak lama. Bagian tubuh serangga yang paling memberi inspirasi adalah kaki serangga seperti laba-laba. Kali ini konfigurasi kaki mereka yang sangat fleksibel tersebut berusaha diterapkan pada sebuah helikopter, sehingga helikopter tersebut mampu mendarat di area bidang miring, landasan di atas laut yang bergelombang, atau bahkan di atas kereta api. 

  
Adalah DARPA sebuah lembaga peneliti robotika yang beberapa bulan lalu mengadakan kompetisi robot tanggap bencana, sedang membangun helikopter dengan konsep kaki robot. Mereka menggunakan sensor untuk mengatur sudut yang tepat pada kaki-kaki helikopter sehingga ia dapat mendarat dengan posisi tegak. Nampak pada video percobaan mereka, helikopter RC dengan empat kakinya mendarat di sebuah tempat dengan dua kaki mendarat di atas tanah sedangkan dua kaki lainnya mendarat di atas balok yang lebih tinggi. Pada kondisi ini keempat kaki helikopter secara otomatis mengatur sudut regangnya sehingga posisi helikopter stabil tegak dan tidak terpengaruh dengan kondisi landasan yang tidak rata. Sensor juga didesain untuk dapat mencegah rotor helikopter agar tidak menyentuh landasan miring. 

Inovasi ini tentu sangat aplikatif di banyak jenis helikopter. Aplikasi paling berdampak tentu pada helikopter tim penyelamat, sehingga tidak ada lagi batasan kondisi landasan yang harus rata. Bidang miring atau bahkan tanah bergelombang akan dengan mudah dijadikan landasan helikopter. DARPA mendesain kaki robot ini mampu mendaratkan helikopter dibidang miring hingga 20°. Kondisi cuaca laut yang sedang bergelombang besar juga tidak akan mengganggu proses pendaratan helikopter berkaki robot ini. Sistem kontrol kaki robot dengan sangat presisi akan menjaga posisi helikopter selalu tegak sekalipun landasan terus bergerak tidak beraturan.
 photo image1-1.gif
 photo image2.gif

Program penelitian ini didanai murni oleh DARPA melalu programnya berjuluk Mission Adaptive Rotor (MAR). Sekarang program penelitian ini sedang dilanjutkan oleh Georgia Institute of Technology.

Credit: The Verge, DARPA.

Post Author: Onny Apriyahanda

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply