Diabetes tidak dapat disembuhkan? Tidak lagi!

Diabetes adalah salah satu pembunuh manusia yang sangat masif selain penyakit jantung dan kanker. Sampai sekarang diabetes dianggap sebagai penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan hanya dapat dikontrol. Namun dengan adanya penelitian dari MIT dan Boston Children’s Hospital, nampaknya diabetes bukanlah penyakit yang tidak dapat disembuhkan lagi. Penasaran? Mari simak artikel ini baik-baik karena ini mungkin adalah info yang sangat berharga bagi keluargamu yang sedang mengidap diabetes.

Secara umum penelitian ini berfokus pada Diabetes Tipe 1. Jika Diabetes Tipe 2 dapat dikontrol dengan menjaga pola makan, olahraga, dan stress, Diabetes Tipe 1 ini mustahil dapat dikontrol karena penderitanya memiliki sistem kekebalan tubuh yang secara otomatis menyerang pankreasnya. Ini jelas-jelas faktor genetis dan tidak dapat dikontrol dengan perbaikan pola hidup. Pasien penderita Diabetes Tipe 1 harus rutin menerima suntikan insulin untuk mengontrol tingkat gula darah dalam tubuhnya. Mengapa? Karena pankreas tidak lagi dapat memproduksi insulin lagi. Jika pasokan insulin dihentikan maka pasien Diabetes Tipe 1 akan mengalami kematian akibat kenaikan gula darah yang tidak terkontrol.

Back to the topic, para peneliti dari MIT, Boston Children’s Hospital, dan beberapa institusi kesehatan lain meneliti kemungkinan penggantian sel-sel pankreas yang telah rusak dengan sel-sel baru yang sehat. Sebenarnya selama ini beberapa penelitian sejenis telah dilakukan namun selalu terbentur pada satu hal, sistem kekebalan tubuh pasien akan langsung menyerang sel-sel baru tersebut.

Berangkat dari fakta itu, para peneliti merancang sel-sel baru yang telah “dibungkus” dengan sifat-sifat sel pankreas sebelum melakukan penggantian antar sel. Hasilnya sejauh ini sangat positif walau baru diujicobakan pada tikus penderita diabetes. Sistem kekebalan tikus-tikus laboratorium tidak menyerang sel-sel baru yang telah dimodifikasi ini dan kelompok tikus tersebut dinyatakan sembuh dari diabetes. Menurut Daniel Anderson, pemimpin studi ini, hasil ini adalah langkah baru untuk meraih sebuah mimpi yaitu membuat penyakit diabetes dapat disembuhkan secara permanen.

Metode Enkapsulasi Sel

Intinya, penelitian ini berbasis pada metode enkapsulasi sel. Apa itu metode enkapsulasi sel? Metode enkapsulasi adalah metode pembungkusan sel dengan semacam lapisan yang akan mencegah tekanan dari luar sekaligus meminimalisir pertumbuhan akibat reduksi dari proses respirasi. Ingatlah bahwa setiap sel selalu bernafas karena sel adalah zat hidup.

Lapisan pembungkus yang biasa digunakan adalah natrium alginat. Metode ini adalah salah satu metode preservasi yang intinya mengendalikan pertumbuhan sel, biasa digunakan dalam usaha konservasi plasma nutfah. Tumbuhan yang mengalami proses preservasi akan tetap segar walaupun pertumbuhannya terhambat.

Daniel Anderson dan timnya membuat turunan kimia natrium alginat dari ganggang coklat. Hasilnya adalah semacam gel yang dapat “merangkum” sel tanpa menimbulkan efek negatif bagi sel itu sendiri. Tidak hanya itu, gel alginate ini juga bisa dilalui oleh gula dan protein, memungkinkan sel-sel di dalamnya tetap mengalami respon biologis normal.

Pada beberapa penelitian sebelumnya, gel alginat atau lebih umum disebut kapsul alginat yang ditanamkan pada tubuh primata dan manusia menjadi tidak efektif karena segera diselubungi oleh jaringan parut yang akan memblokir kapsul alginat tersebut. Oleh karena itu para ilmuwan memodifikasi kapsul alginat mereka dengan menambahkan molekul kecil dalam rantai polimer kapsul. Ternyata modifikasi kecil ini berhasil meniadakan jaringan parut sebagai respon alami sistem kekebalan tubuh. Nah kapsul yang telah dimodifikasi ini akan diisi oleh sel-sel pankreas baru hasil penumbuhan dengan metode stem cell (baca artikel mengenai Stem Cell berikut).

Apa yang terjadi?

Hasilnya adalah sel-sel pankreas baru yang dapat beroperasi tanpa gangguan dari sistem kekebalan tubuh. Dengan kata lain para ilmuwan berhasil membuat sel-sel pankreas baru dan ini artinya membuat pankreas baru bagi penderita diabetes! Sejauh ini sel-sel baru ini cukup tahan lama karena dapat memproduksi insulin selama masa studi 174 hari. Tentunya ini adalah hasil yang sangat menggembirakan bagi seluruh penderita diabetes seluruh dunia. Penelitian ini tengah dikembangkan lebih lanjut untuk menyelidiki molekul-molekul lain yang dapat tahan terhadap sistem kekebalan tubuh manusia. Memang, sains adalah seni terindah dan merupakan “malaikat penyelamat” bagi umat manusia.

Credit: Wikipedia: Diabetes melitusScience DailyTeknik Enkapsulasi

Post Author: Todo Golo

Penulis profesional di bidang sains dan teknologi.

Leave a Reply