Ilmuwan Berhasil Mendeteksi Bagian Otak Yang Aktif Pada Saat Seseorang Belajar Untuk Menjadi Dermawan

Mempelajari perilaku manusia dan menghubungkannya dengan sistem syaraf manusia terutama dengan bagian paling penting tubuh kita yakni otak, sudah beberapa dekade ini menjadi perhatian para ilmuwan. Mereka terus berusaha mencari korelasi ilmiah antara sebuah sifat seseorang dengan kondisi otaknya. Para peneliti tersebut terus mempelajari hubungan berbagai sifat baik manusia seperti dermawan, pro-sosial, bahagia, dan lain-lain, untuk di sisi lain mempelajari pula sifat-sifat buruk manusia seperti psikopat, anti-sosial, dan lain sebagainya.

“Perilaku pro-sosial merupakan sebuah perilaku yang menguntungkan orang lain. Perilaku ini menjadi aspek fundamental bagi interaksi antar manusia, penting untuk ikatan sosial, tetapi masih sangat sedikit pengetahuan mengenai bagaimana dan mengapa orang-orang mau untuk membantu orang lain,” demikian yang diungkapkan oleh Dr Patricia Lockwood, menjelaskan latar belakang penelitian ini.

Penelitian dari University of Oxford yang dipimpin oleh Dr Patricia Lockwood ini berhasil menemukan sebuah area pada otak yang aktif apabila seseorang sedang belajar untuk dermawan. Dengan menggunakan bantuan alat Magnetic Resonance Imaging (MRI), mereka menemukan area tersebut bernama subgenual anterior cingulate cortex.

“Sebuah bagian spesifik dari otak dengan nama subgenual anterior cingulate cortex, menjadi satu-satunya bagian pada otak yang teraktifasi pada saat seseorang sedang belajar untuk membantu orang lain. Dengan kata lain, subgenual anterior cingulate nampaknya memang dibuat untuk menguntungkan orang lain,” demikian penjelasan dari Dr Lockwood.

Pada saat responden sedang dipindai oleh mesin MRI, ia harus menentukan simbol manakah yang sekiranya akan memberi mereka, atau orang lain sebuah hadiah. Dari metode penelitian ini para peneliti menemukan bahwa saat responden sedang menentukan sebuah pilihan yang dapat menguntungkan orang lain, mereka cenderung lebih lambat melakukan hal tersebut ketimbang memilih sebuah keputusan yang akan menguntungkan diri mereka sendiri. Tak hanya itu, melalui proses yang sama inilah mereka juga menemukan bagian otak bernama subgenual anterior cingulate yang ternyata menjadi bagian otak yang paling aktif pada saat proses penelitian terhadap responden berlangsung.


Namun demikian Dr Lockwood menambahkan bahwa area otak ini tidak selalu aktif pada tiap-tiap individu. Signal aktif paling tinggi pada area subgenual anterior cingulate cortex ditunjukkan oleh mereka yang memiliki rasa empati tinggi. Hal ini terjadi karena mereka yang memiliki empati tinggi cenderung lebih cepat untuk membantu orang lain dibandingkan dengan mereka yang memiliki empati lebih rendah.

“Ini adalah pertama kalinya diketahui ada aktifitas khusus di bagian otak pada saat seseorang belajar untuk lebih pro-sosial, serta hubungan antara empati dengan pembelajaran untuk berbagi. Dengan memahami apa yang terjadi di otak pada saat kita melakukan sesuatu untuk orang lain, dan perbedaan tiap individu pada kemampuan ini, maka kita akan bisa lebih memahami apa yang salah pada seseorang yang memiliki sifat psikologi anti-sosial terhadap orang lain,” demikian penjelasan lebih lanjut dari Dr Lockwood.

Credit: Science Daily

Post Author: Onny Apriyahanda

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply