Ilmuwan berhasil menstimulus sistem imun penghambat pertumbuhan kanker usus besar pada tikus!

Ilmuwan dari University of Illinois, Chicago, Amerika Serikat, telah berhasil membuat sel tumor primer dan metastatik pada liver tikus mengecil hanya dengan mengaktifkan sistem imun alami tubuh. Hal tersebut dilakukan dengan jalan meningkatkan jumlah salah satu struktur kimia sitokin bernama LIGHT. Zat sitokin LIGHT inilah yang akan meningkatkan imun alami pembunuh sel kanker bernama sel-T. Sebelumnya, LIGHT diketahui sebagai sebuah zat kimia stimulus-imun yang ditemukan muncul dalam jumlah sangat kecil pada setiap pasien pengidap kanker metastatik usus besar.

“Pada hampir semua pasien kanker usus besar yang telah menyebar ke liver, ditangani dengan perawatan paliatif dan bukan curatif,” ungkap Dr. Ajay Maker, seorang profesor sekaligus menjadi salah satu penulis jurnal terkait. Dr. Maker menambahkan bahwa meskipun berbagai penelitian menyarankan terapi-imun mampu menanggulangi kanker akut, perawatan tersebut masih belum bisa dikatakan sukses menanggulangi kanker gastrointestinal tingkat lanjut.

IMG_1583

Maker bersama tim penelitinya melakukan intervensi terapi imun untuk mengatasi kanker gastrointestinal. Intervensi tersebut berupa pengaturan sistem imun untuk mengenali dan menyerang tumor, serta menghalangi pertumbuhan tumor lebih lanjut. Sebagai pemodelan, para tim peneliti menggunakan tikus yang terdeteksi mengidap kanker usus besar serta memiliki sistem imun yang utuh dan tidak termodifikasi. Setelah tumor pada tikus diketahui ukurannya, secara acak tikus-tikus tersebut dibagi menjadi dua kelompok. Imun sitokin LIGHT pada satu kelompok akan dibuat menyerang tumor, sedangkan kelompok yang lain berfungsi sebagai pembanding.

Tumor yang terekspos oleh LIGHT, menunjukkan adanya aliran sel-T di dalamnya. Sel-T ini berhasil secara berkala dan stabil memperkecil ukuran tumor. Bahkan reaksi terus berlangsung meskipun stimulus imun sitokin berhenti. Pada tikus dengan tumor liver juga mengalami hal yang sama, LIGHT mendorong sel imun sehingga mampu memperkecil ukuran tumor.

“Kami menunjukkan bahwa pemberian terapi stimulus imun sitokin mengakibatkan sel-T bergerak menuju tumor dan mengaktifkan sel pembunuh tumor,” imbuh Maker. “Aktifitas ini menarik karena mampu menghasilkan imun anti-tumor ampuh tanpa adanya intervensi lain atau kemoterapi. Perawatan ini memanipulasi pertahanan alami untuk melawan tumor dengan cara yang sama seperti pada saat melawan penyusup lain di dalam tubuh.”

Tim peneliti ini juga berhasil mengidentifikasi tipe sel-T dengan nama CD8 sebagai imun yang bertanggung jawab memperkecil ukuran tumor. Tentu penemuan ini memiliki potensi besar bagi dunia kesehatan dan penyembuhan kanker. Tinggal kita tunggu saja bagaimana pengaplikasian metode ini bagi pasien manusia.

Credit:Science Daily

Post Author: Onny Apriyahanda

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply