Inilah Babak Baru Teknologi Hyperloop: Propulsion Open Air Test

Kendaraan transportasi massal futuristik hyperloop memasuki babak baru! Setelah beberapa bulan lalu diadakan sebuah kompetisi desain sistem hyperloop, kini salah satu perusahaan pengembang sistem transportasi ini telah berhasil melakukan uji coba tahap pertama kendaraan super cepat ini. Perusahaan bernama Hyperloop One ini digadang-gadang akan disejajarkan dengan perusahaan futuristik lain milik Elon Musk yakni Tesla dan SpaceX.

image

Uji coba hyperloop yang telah dilakukan pada hari Rabu yang lalu ini menjadi tahapan awal dari uji coba keseluruhan. Nampak uji coba tersebut tidak dilakukan dengan menggunakan jalur pipa raksasa khusus yang menjadi ciri khas hyperloop. Uji coba yang diberi nama Propulsion Open Air Test ini hanya menggunakan sebuah chasis atau kerangka kereta yang dijalankan di sebuah jalur rel lurus sepanjang kurang lebih satu mil.

Sekalipun uji coba tersebut belum menggunakan jalur pipa raksasanya, namun kendaraan konsep ini mampu mencapai percepatan hingga 2,4 G, atau 2,4 kali percepatan gravitasi. Hal ini berarti “rangka” hyperloop tersebut mampu melaju ke kecepatan 100 km/jam hanya dalam 1 detik saja. Percepatan sebesar ini sebenarnya tidak aplikatif jika digunakan untuk memindahkan manusia. Untuk itulah Hyperloop One berencana untuk membangun hyperloop kargo terlebih dahulu sebelum kemudian disusul dengan hyperloop transportasi massal manusia.

 photo D69D47DC-3844-4CF1-A7E5-6C4D41CAE479.jpg

Target kecepatan maksimum dari hyperloop adalah 700 km per jam, hal tersebut sangat mungkin dicapai dengan sistem penggerak induksi magnetik serta jika jalur pipa raksasa vakum telah terpasang. Sedikit info saja, hyperloop sangat khas dengan jalur pipa raksasa vakumnya. Dengan kondisi lingkungan vakum tersebut, hampir dapat dipastikan tidak akan ada udara yang akan menghambat laju hyperloop untuk mencapai kecepatan maksimum.

 photo 1238C540-7320-4E50-BDBA-1338F465DBD2.jpg

Hyperloop pertama kali diperkenalkan oleh Elon Musk pada tahun 2012, ia memiliki angan-angan untuk membangun sebuah moda transportasi generasi baru yang cepat, massal, dan yang paling penting ramah lingkungan. Sejak itu ia terus melakukan riset bersama ilmuwan dari Tesla dan SpaceX untuk membangun hyperloop. Namun justru di tahun 2014 ia membuat keputusan penting dengan meng-open-source-kan konsep hyperloop. Maka sejak saat itulah perlombaan pembangunan hyperloop dimulai. Satu perusahaan terdepan adalah Hyperloop One ini, dipimpin oleh Rob Llyod sebagai CEO, perusahaan ini menargetkan sudah membangun armada hyperloop untuk transportasi kargo di tahun 2019, dan untuk transportasi manusia di tahun 2021.

Credit: CNet, Mashable, Wikipedia: Hyperloop.

Post Author: Onny Apriyahanda

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply