Inilah Baterai Super Awet yang Ditemukan Secara Tidak Sengaja!

Pernahkah kamu membayangkan untuk mengisi baterai ponselmu 3 bulan sekali atau lebih? Sulit untuk membayangkannya bukan? Namun di tahun 2016 ini, bayangan itu akan menjadi nyata dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama!

Baru-baru ini para ilmuwan dari University of California telah secara tidak sengaha menciptakan baterai jenis Lithium-ion yang mempunyai rentang daya tahan hingga ratusan kali dari baterai sejenis. Daya tahannya diperkirakan sekitar 400 kali lebih panjang!

Menurut Mya Le Thai, ketua peneliti, baterai ini mampu bertahan terhadap 200 ribu kali proses pengisian, tentu sungguh mencolok jika dibandingkan dengan baterai Lithium-ion lainnya yang hanya bertahan terhadap 7000 kali proses pengisian.

Selama ini baterai Lithium-ion pada umumnya memiliki kelemahan yang bersumber dari kebutuhannya akan sebuah cairan khusus. Sebagai informasi, pada dasarnya baterai Lithium-ion memiliki tiga bagian fungsional, yaitu elektroda positif, elektroda negatif, dan cairan elektrolit. Elektroda positif menggunakan oksida logam, elektroda negatif menggunakan karbon (sejenis grafit), dan cairan elektrolit menggunakan cairan Lithium.

img_0958

Cairan Lithium ini sangat sensitif terhadap suhu tinggi dan itulah sebabnya kita seringkali mendengar kasus ponsel meledak. Cairan ini juga menjadi alasan mengapa kebanyakan baterai Lithium-ion tidak tahan terhadap proses pengisian yang terlalu sering.

Nah, pada baterai “abadi” buatan para ilmuwan University of California ini tidak menggunakan cairan Lithium lagi melainkan gel Plexyglas yang dikombinasikan dengan serat emas untuk menyimpan energi listrik. Gel khusus ini diketahui jauh lebih tahan terhadap suhu dan tekanan arus pada proses pengisian. Apa itu Plexyglas? Ini adalah semacam bahan termoplastik transparan yang memiliki nama kimia Poly(methyl 2-methylpropenoate) atau biasa disebut sebagai PPMA. Sebenarnya material ini biasa hadir dalam bentuk seperti kaca namun dalam pembuatan baterai super awet ini, para ilmuwan merubahnya menjadi bentuk gel.

Credit: Computer World, Wikipedia: Poly(methyl 2-methylpropenoate), Wikipedia: Lithium-ion Battery.

Post Author: Todo Golo

Penulis profesional di bidang sains dan teknologi.

Leave a Reply