Inovasi material transparan sebagai cikal bakal lensa kontak cerdas di masa depan!

Para peneliti dari RMIT University dan University of Adelaide, Australia saling bekerjasama untuk menciptakan sebuah perangkat nano yang dapat memanipulasi cahaya. Perangkat transparan ini dirancang sedemikian rupa untuk dapat menyaring beberapa warna tertentu. Perangkat ini dirancang sebagai basic bagi produksi lensa kontak cerdas di masa depan.

Teknologi ini memungkinkan perangkat untuk menyaring radiasi optik berbahaya tanpa mempengaruhi penglihatan. Tidak hanya itu, perangkat ini juga dirancang sebagai dasar bagi lensa kontak cerdas yang mampu menampilkan berbagai infomasi seperti display layar smartphone. Pernahkah kamu melihat film Dragon Ball dimana para manusia Saiya mengukur power musuh melalui semacam kacamata? Nah kira-kira seperti itulah display layar yang dimaksud, namun bedanya yang akan dirancang ini bukan kacamata tapi lensa kontak.

Manipulasi cahaya ini dikerjakan oleh kristal-kristal mikro buatan yang dijuluki “resonator dielektrik”. Kristal-kristal mikro ini atau lebih tepat disebut kristal nano lebih tipis 500 kali lipat dari rambut manusia. Dr Withawat Withayachumnankul dari University of Adelaide, pemimpin penelitian, mengatakan bahwa manipulasi cahaya dengan kristal buatan adalah solusi terbaik untuk saat ini karena memungkinkan manusia untuk mengontrol sifat permukaan materi. Sifat permukaan materi yang dimaksud adalah sifat materi untuk bekerja pada warna-warna tertentu dan dapat disesuaikan dengan mekanisme peregangan materi. Untuk itu para ilmuwan membutuhkan bahan material nano yang betul-betul elastis sehingga mampu meregang secara fleksibel.

160219092215_1_540x360 [2733]
Ilustrasi Nano-Material Pemfilter Cahaya
Teknologi Material

Materi yang digunakan terbuat dari titanium oksida, bahan yang biasa ditemukan dalam tabir surya. Bahan ini memiliki tekstur lembut dan sangat lentur. Menurut Dr. Philipp Gutruf, salah satu rintangan dalam pembuatan perangkat ini adalah menghasilkan fitur nano dari bahan titanium oksida.

Penelitian lebih lanjut masih dilakukan namun para ilmuwan merasa optimis bahwa perangkat yang mereka kembangkan mampu menjadi pijakan utama bagi pengembangan lensa kontak cerdas di masa depan.

Credit: Science Daily

Post Author: Todo Golo

Penulis profesional di bidang sains dan teknologi.

Leave a Reply