Inovasi penyimpanan bawah tanah memungkinkan sebuah negara terbebas dari ketergantungan bahan bakar fosil!

Sebuah studi baru-baru ini menunjukkan bahwa pembangkit energi tenaga angin, air, dan sinar matahari secara teoritis dapat menghasilkan energi yang besar dengan harga terjangkau jika pembangkit energi dikombinasikan dengan penyimpanan murah. Selama beberapa tahun terakhir, Mark Jacobson, seorang profesor teknik sipil dan lingkungan dari University of Stanford, bersama rekannya Mark Delucchi dari University of California, telah menghasilkan serangkaian rencana yang didasarkan pada pengolahan berbagai data melalui permodelan komputer. Jacobson dan Delucchi menunjukkan bahwa setiap negara bagian di Amerika Serikat mampu beralih ke energi terbarukan dan meninggalkan energi fosil secara total!

 photo drake landing solar community 34908.png

Jacobson menggunakan data kebutuhan pembangkit listrik tenaga angin, air, dan sinar matahari dari setiap negara bagian. Jacobson menilai bahwa setiap negara bagian sebenarnya mampu mencukupi kebutuhan energinya dengan energi terbarukan asalkan mereka mengkombinasikannya dengan penyimpanan murah. Jacobson mengusulkan sistem yang bergantung pada kemampuan untuk menyimpan energi dalam upaya untuk menyediakan energi setiap saat. Sebagai contoh, pada musim panas dimana sinar matahari menerpa dengan intensitas yang sangat tinggi, manusia dapat menyimpan energi matahari yang terkumpul dalam kolektor energi matahari dan menggunakannya untuk memanaskan rumah di musim dingin. Rencana Jacobson juga menyebutkan bahwa hidrogen dapat digunakan sebagai salah satu media penyimpanan energi; kelebihan energi akan digunakan untuk menciptakan hidrogen yang akan disimpan dalam fuel cells.

Jacobson dan timnya, termasuk Bethany Frew, seorang peneliti dari National Renewable Energy Laboratory, mengusulkan penyimpanan bawah tanah sebagai solusi penyimpanan murah. Para ilmuwan ini menunjukkan contoh demonstrasi dari usul mereka yaitu Drake Landing Solar Community di Kanada. Di sana, 52 rumah dipanaskan selama musim dingin dengan energi matahari yang ditangkap pada musim panas sebelumnya. Penyimpanan bawah tanah lebih murah dari penyimpanan baterai; hanya memakan separuh biaya dari penyimpanan baterai. Selama ini banyak turbin angin yang tidak dapat menangani permintaan mendadak akan energi listrik karena biaya penyimpanan energi angin yang relatif mahal. Dengan revolusi penyimpanan bawah tanah, Jacobson dkk berharap bahwa kelak energi terbarukan akan mendominasi dunia dan tentunya akan berakibat langsung pada pengurangan polusi udara secara signifikan.

 

Credit: Science DailyWikipedia: Energi TerbarukanWikipedia: Drake Landing Solar Community.

Post Author: Todo Golo

Penulis profesional di bidang sains dan teknologi.

Leave a Reply