Istimewa! Teknologi printer 3D untuk mencetak jaringan tubuh manusia!

Mungkin di masa depan tidak akan ada lagi kaki palsu atau tangan buatan! Teknologi printing 3D telah berkembang begitu pesat, bahkan telah merambah dunia kedokteran. Baru-baru ini para ilmuwan kedokteran regeneratif dari Wake Forest Baptist Medical Center dapat memanfaatkan teknologi ini untuk “mencetak” jaringan organ baru, untuk menggantikan jaringan organ tubuh yang rusak pada manusia!

Para ilmuwan melaporkan bahwa mereka telah mencetak berbagai struktur jaringan, diantaranya adalah jaringan otot, tulang, dan telinga. Mereka telah mengujicobakan teknologi printing 3D pada hewan dan mereka berhasil mengembangkan tiruan sistem pembuluh darah. Menurut Anthony Atala, pemimpin grup peneliti, teknologi ini dapat menduplikasi jaringan tubuh jenis apapun dan nampaknya akan sangat berguna dalam operasi-operasi bedah di masa depan.

Penelitian ini didanai oleh Armed Forces Institute of Regenerative Medicine dengan tujuan untuk memberi solusi terbaik bagi para korban perang. Dengan kata lain, teknologi ini dirancang untuk menggantikan organ-organ tubuh para korban perang yang telah hilang atau rusak. Wow sungguh teknologi yang menakjubkan!

Teknik jaringan adalah salah satu cabang dari ilmu kedokteran yang mempunyai tujuan untuk menduplikasi atau menumbuhkan jaringan organ baru bagi manusia. Nah, kombinasi dengan teknik printing 3D menyempurnakan ketepatan dalam pembuatan struktur baru.

Integrated Tissue and Organ Printing System (ITOP) adalah apa yang dimaksud dengan kombinasi antara teknik jaringan dengan teknologi printing 3D. Sistem ini mampu membentuk bahan semacam plastik menjadi bentuk jaringan dan juga gel berbasis air yang mampu menampung sel-sel tubuh. Struktur jaringan buatan yang dibuat memiliki struktur luar yang cukup kuat untuk melindingi sel-sel di dalamnya.

Tantangan utama yang dihadapi para ilmuwan adalah mereka harus memastikan struktur jaringan buatan yang dihasilkan mampu hidup cukup lama untuk berintegrasi dengan tubuh manusia. Para ilmuwan mengatasi tantangan ini dengan dua cara; optimalisasi tinta berbasis air yang menjaga sel-sel untuk tetap tumbuh dan mencetak suatu saluran mikro yang akan ditempatkan di dalam struktur. Saluran mikro ini akan menyalurkan berbagai nutrisi dan oksigen dari tubuh manusia ke dalam struktur buatan.

Sejauh ini para ilmuwan telah menduplikasi jaringan otot tikus dan mereka berhasil mengintegrasikan jaringan buatan ke tubuh tikus sepenuhnya setelah dua minggu. Untuk integrasi jaringan tulang mereka membutuhkan waktu yang lebih lama, percobaan terakhir membutuhkan waktu lima bulan dan hebatnya jaringan tulang buatan yang dibuat adalah jaringan tulang buatan untuk manusia! Teknologi ini adalah harapan bagi para penyandang cacat tubuh di masa depan. Para ilmuwan berusaha semaksimal mungkin agar teknologi ini bisa dimassalkan dalam waktu beberapa tahun ke depan. Semoga!

Credit: Science Daily, 3D Printing

Post Author: Todo Golo

Penulis profesional di bidang sains dan teknologi.

Leave a Reply