Jaket denim ‘pintar’ hasil kolaborasi Levi’s dengan Google: apakah sepintar yang ditawarkan?

Tahun lalu pabrikan garmen denim kenamaan Levi’s, meluncurkan produk inovatifnya bertajuk Levi’s Commuter Jacket. Jaket jins ini diklaim ‘pintar’ karena dilengkapi dengan bahan kain yang mampu menerima pesan sentuhan serta konektifitas nirkabel bluetooth sehingga dapat dihubungkan ke smartphone Anda. Sederhananya adalah, penggunanya akan memakai sebuah remote control sebagai jaket. Kemarin pihak Levi’s telah mengumumkan harga jaket tersebut yakni sebesar US$350 atau setara lebih dari empat setengah juta rupiah. Namun benarkah jaket ini pintar? Dan sebegitu perlukah pengguna membeli dan mengenakan jaket ini?

Sebuah lontaran menarik diberikan oleh Scott Stein, seorang penulis senior dan vlogger di dunia gadget. Melalui sebuah artikel yang ia tulis di situs berita CNet, Scott berujar,

For bikers, it could mean easier access to music and phone controls. Then again, riding and stroking a cuff like the video below suggests seems like it would be a challenge.”

Kurang lebih artinya adalah “Bagi pesepeda, itu bisa berarti akses yang lebih mudah untuk musik dan kontrol telepon . Kemudian pula, bersepeda sembari membelai manset seperti pada video di bawah ini nampaknya akan menjadi sebuah tantangan tersendiri.”

Jika Anda sudah menonton video di atas, nampak jaket denim ini menawarkan sebuah fitur canggih yang belum dipunyai oleh jaket manapun. Penggunanya dapat –nampak– dengan mudah mengganti lagu yang sedang dimainkan oleh pemutar musik ponselnya, menjawab telepon masuk, dan juga menolak panggilan telepon melalui gestur khusus. Pesepeda tersebut cukup membuat gerakan menggosok kain manset lengan jaket kiri ke arah depan untuk menolak sebuah panggilan telepon masuk. Nampak canggih dan sederhana karena hal tersebut dilakukan di permukaan kain berserat khusus. Namun sekarang mari kita bandingkan dengan kemudahan yang ditawarkan oleh headset standard bawaan iPhone berikut.

Nampak pada video di atas, pengguna cukup menekan sebentar tombol tengah headset untuk menerima panggilan telepon masuk, menekan lebih lama untuk menolak panggilan masuk, serta menekan lama tombol tersebut saat iPhone dalam kondisi siaga untuk masuk ke fitur voice command Siri dan tinggal menyebutkan apa yang Anda inginkan. Entah bagaimana pendapat Anda namun menurut saya fitur-fitur yang ditawarkan oleh jaket Levi’s Commuter masih belum sepintar dan sesederhana fitur bawaan ponsel-ponsel pintar yang ada saat ini.

Memang jaket Levi’s Commuter telah dilengkapi serat benang canggih buah karya Google bernama Project Jacquard. Melalui Project Jacquard, Google mengembangkan serat kain berbahan konduktor aktif sehingga dapat dikoneksikan dengan komponen-komponen elektronik lain. Serta kain ini bekerja selayaknya sensor yang mampu menerjemahkan gestur sentuhan serta mengirimkan sinyal ke ponsel yang terhubung dengannya. Levi’s menjadi pabrikan garmen pertama yang diberi kesempatan oleh Google untuk menggunakan serat kain canggih ini.

Canggih, namun belum sepenuhnya aplikatif. Mungkin sebaiknya kita tunggu saja inovasi wearable gadget lain yang lebih ‘pintar’.

Credit: CNet, Google’s Project Jacquard

Post Author: Onny Apriyahanda

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply