Jangan kaget! Hijab Store ini sudah menggunakan Kecerdasan Buatan untuk promosi dan analisis pasar!

Siapa bilang Revolusi Industri 4.0 baru sekedar wacana di Indonesia?! Jika Anda ingin tahu bagaimana wujud konkrit revolusi ini di negara kita maka Anda berada di layar yang tepat.

Sebuah toko hijab asal kota Malang bernama Vauza Tamma Hijab, sudah beberapa tahun belakangan ini mengembangkan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) sendiri. Tepatnya sejak tahun 2016 sang pemilik toko sekaligus CEO Ezy Industries yakni Muhammad Iskandar Zulkarnaen berkutat dibalik layar komputer canggih bersama tim progammer untuk mengembangkan teknologi ini.

Anak muda yang akrab disapa Edoo ini berujar bahwa setidaknya dibutuhkan waktu satu tahun, dan investasi yang mencapai ratusan juta rupiah, demi mengembangkan Kecerdasan Buatan tersebut. Apa yang ia perjuangkan sejak tahun 2016 tersebut akhirnya baru bisa diaplikasikan satu tahun kemudian.

Dibalik itu, banyak pihak terutama toko-toko retail mengeluhkan akan lesunya penjualan produk-produk mereka beberapa tahun ini. Bahkan tak hanya toko-toko kecil, perusahaan retail raksasa sekelas Matahari Dept. Store hingga Ramayana, banyak melakukan penutupan gerai mereka akibat dari pergeseran perilaku konsumen.

Pakar ekonomi dan penulis buku kenamaan Rhenald Kasali berujar bahwa fenomena ini bukanlah sebuah penurunan daya beli masyarakat, akan tetapi merupakan sebuah fenomena shifting, atau pergeseran pola konsumsi masyarakat, yang cenderung mengurangi belanja sandang, dan menambah anggaran belanja di sektor lain seperti wisata, alat komunikasi pintar (smartphone, tablet, dll), dan sektor-sektor lain.

Di sinilah kecanggihan dari Kecerdasan Buatan milik Vauza Tamma Hijab bekerja. Dengan konsep analisis pasar berbasis lokasi dan dikombinasikan dengan konsep Big Data Analytics, Kecerdasan Buatan ini melakukan dua hal penting.

Pertama, ia diprogram untuk melakukan analisis pasar terhadap lokasi yang direncanakan akan dibuka cabang baru Vauza Tamma Hijab. Analisis pasar tersebut berguna untuk melihat apakah pola calon konsumen di lokasi terkait cocok untuk dibuka toko hijab.

Namun tak berhenti di situ saja, analisis pasar ini terus-menerus dilakukan secara otomatis menggunakan algoritma khusus, setelah toko beroperasi. Hal ini bertujuan untuk menghimpun data real time dari pola pelanggan konsumen di sekitar lokasi toko. Data inilah yang kemudian akan mendukung fungsi kedua dari Kecerdasan Buatan ini.

Fungsi kedua tersebut adalah promosi baik secara organik maupun berbayar, dilakukan secara otomatis oleh Kecerdasan Buatan ini. Ia secara otomatis memasang promo-promo iklan toko secara rutin dengan target terstruktur sesuai analisis pasar yang ada, via jejaring sosial Facebook, Instagram, dan Whatsapp. Saking canggihnya, sang Kecerdasan Buatan ini akan otomatis menghentikan sebuah iklan jika dirasa iklan tersebut kurang direspon pasar.

Hasilnya?!

Di tengah lesunya toko-toko retail seperti yang saya sebut di atas, hijab store ini hampir selalu ramai setiap waktu. Bahkan di hari pertama pembukaan salah satu cabang toko ini, calon-calon pembeli sudah antri berjajar di luar pagar toko beberapa saat sebelum toko dibuka.

Simak saja video berikut ini!

Apa yang diimpikan oleh Edoo belum berhenti di situ saja. “Kami sedang mengembangkan toko dengan konsep manless cassier,” ujarnya ketika kami tanya apa pengembangan yang ia lakukan selanjutnya.

Maka, sudah siapkah Anda menghadapi Revolusi Industri 4.0?!

Post Author: Onny Apriyahanda

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply