Kain ini dapat membangkitkan listrik dari tenaga angin dan matahari!

Mengembangkan sebuah kain yang mampu menghasilkan energi listrik dari gerakan kain sudah beberapa tahun ini dilakukan. Seperti pada beberapa bulan lalu sebuah penelitian di Korea Selatan yang berhasil membuat kain yang mampu menghasilkan arus listrik dengan jalan menggerak-gerakkan kain tersebut. Namun lain lagi dengan apa yang telah dihasilkan oleh sebuah penelitian dari Georgia Tech School of Materials Science and Engineering, Atlanta, Amerika Serikat, alih-alih menggunakan satu sumber energi, mereka justru menggabungkan dua sumber energi untuk membuat kain ciptaan mereka dapat menghasilkan energi listrik. Tidak hanya energi gerak, mereka membuat kain ini mampu pula menyerap energi panas matahari dan mengonversikan keduanya menjadi energi listrik.

“Tekstil hybrid ini menghadirkan solusi untuk mengisi ulang baterai alat elektronik di luar ruangan, dari sesuatu yang sederhana seperti tiupan angin di siang hari,” kata Zhong Lin Wang, seorang profesor dari Georgia Tech School of Materials Science and Engineering yang memimpin penelitian ini.

160913141508_1_900x600

Untuk membuat kain ini, Wang dan timnya menggunakan mesin tekstil biasa untuk menyulam benang sel surya yang dibuat dari fiber polimer ringan, dengan benang triboelektrik nanogenerator. Teknologi triboelektrik nanogenerator menggunakan kombinasi efek triboelektrik dan induksi elektrostatik untuk dapat menghasilkan sejumlah kecil tenaga listrik dari gerak mekanis seperti rotaasi, geseran, atau juga getaran. Teknologi ini menangkap energi pada saat material menjadi bermuatan listrik setelah melakukan gerakan kontak dengan material lain yang berbeda. Sedangkan untuk memanen energi panas matahari, tim Profesor Wang menggunakan photoanode terbuat dari fiber polimer dan didesain berbentuk helaian benang sehingga mudah untuk dirangkaikan dengan bahan lainnya.

“Rangka utama dari kain ini terbuat dari material polimer yang umum digunakan, murah, serta ramah lingkungan,” ungkap Wang dikutip dari Science Daily. “Elektroda yang digunakan juga dibuat dari proses yang murah, sehingga memungkinkan untuk diproduksi massal.”

Pada sebuah percobaan yang dilakukan oleh tim peneliti, mereka menggunakan kain seukuran kertas HVS, dan memasangnya di jendela mobil mereka untuk membawanya berjalan di hari yang mendung. Dari percobaan ini saja, kain ini mampu menyerap energi setara dengan kapasitor berkapasitas 2 mF dan 2 volt, untuk satu menit durasi percobaan di bawah sinar matahari dan angin jalanan. Hal ini membuktikan kapabilitas kain tersebut saat digunakan di kondisi lingkungan yang sedikit kacau.

Saat ini para peneliti masih terus melakukan penelitian untuk meningkatkan durabilitas kain tersebut agar memiliki ketahanan usia yang panjang. Selain itu mereka juga ingin meningkatkan kualitas kain tersebut agar lebih tahan terhadap hujan dan kelembaban udara, mengingat komponen-komponen kain yang terbuat dari bahan elektrik.

 

Post Author: Onny Apriyahanda

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply