Kapal Selam Tanpa Awak Kreasi DARPA

Pusat riset pertahanan Amerika Serikat DARPA kembali “berulah” dengan menciptakan kapal selam tanpa awak. Kapal ini dikendalikan dari darat dan menyelam sampai berminggu – minggu bahkan bulan dengan rentang jarak ribuan mil. Kapal selam ini memiliki panjang 132 kaki dan menggunakan mesin bertenaga diesel yang dibangun oleh kontraktor pertahanan Leidos Amerika Serikat di bawah program DARPA. Kapal selam ini sengaja dibuat dengan tujuan untuk melacak keberadaan kapal selam tersembuyi lainnya. Berkat kemampuan kapal selam ini untuk mendeteksi kapal lain, tim DARPA memberinya nama Pemburu Laut. Namun kapal selam tersebut bisa juga digunakan untuk tujuan lain, karena memiliki kapasitas muatan yang besar.

Sebenarnya kapal selam tanpa awak bukan teknologi yang baru. Namun pihak DARPA menjelaskan bahwa kapal selam tanpa awak ini tetap memiliki kekurangan, seperti harus tetap membutuhkan kendali manusia di darat. Tim DARPA masih terus mengembangkan kapal selam ini agar suatu saat kapal selam dapat secara otomatis menghindari segala rintangan yang ada di laut dan bahkan mampu menghindar dari tabrakan antar kapal. Bahkan mereka juga berharap agar suatu saat kapal selam tersebut dapat sepenuhnya beroperasi secara otomatis dan sama sekali tidak membutuhkan orang untuk mengendalikan kapal selam.

image

Tim DARPA tersebut juga menjelaskan bahwa jika mereka benar – benar ingin membuat semua sistem menjadi otomatis, hal yang paling susah adalah membuat sistem yang mampu mengikuti peraturan konvensi internasional untuk mencegah terjadinya tabrakan di laut. Dengan kata lain berarti kapal selam tersebut di masa depan harus dapat berperilaku seperti manusia dimana jika pemerintah memberi perintah berhenti untuk menunggu kapal lain lewat dalam waktu tertentu, maka kapal selam tersebut harus dapat berhenti seperti orang yang sedang melakukan antrian. Tidak hanya itu agar dapat beroperasi secara otomatis kapal selam harus dapat dideteksi oleh pengemudi kapal yang lainnya.

Kapal selam ini akan segera dikirim ke San Diego untuk dilakukan pengetesan lebih lanjut selama 2 tahun. Pengujian meliputi apakah kapal selam ini mampu bekerja dengan baik mengidentifikasi kapal selam lain atau tidak. Pendeteksian kapal selam lain secara otomatis akan menggunakan radar dan sistem identifikasi canggih. Namun kapal selam ini tetap membutuhkan bantuan secara manual dengan jalan operator akan membantu mengamati area sekitar dengan menggunakan kamera.

Credit: Spectrum IEEE, Follow News

Post Author: Novia Fitriana

Science is my passion...

Leave a Reply