Katalis Tembaga ini Mampu Mengkonversi Karbondioksida menjadi Bahan Bakar Cair!

Para peneliti di Argonne National Laboratory telah menciptakan sebuah katalis tetramer dari tembaga yang mampu menangkap dan mengubah karbondioksida menjadi methanol dan bahan bakar cair. Argonne National Laboratory adalah sebuah laboratorium milik Departemen Energi Amerika Serikat yang selama ini bertujuan untuk meneliti dan menciptakan berbagai inovasi terkait pemanfaatan dan pengelolaan energi. 

Reaksi kimia menjadi dasar kerja penemuan ini sehingga mampu merubah gas karbondioksida menjadi methanol dan bahan bakar cair lainnya. Reaksi yang diperlukan untuk mengubah gas karbondioksida menjadi methanol membutuhkan sebuah katalis. Katalis adalah zat yang mampu mempercepat suatu reaksi kimia. Nah, singkatnya para ilmuwan telah menciptakan sebuah materi yang mampu menjadi katalis handal dalam reaksi kimia ini. Katalis tersebut yakni sebuah material tetramer tembaga.
image

Katalis tetramer tembaga ini dibuat dari sekelompok kecil empat atom tembaga yang masing-masing dilekatkan pada struktur film yang sangat tipis. Adapun film tipis yang digunakan terbuat dari aluminium oksida. Cara kerja katalis ini adalah dengan mengikat molekul-molekul karbondioksida dan mengarahkan mereka pada sebuah tahap reaksi kimia. Tetramer tembaga dipilih sebagai katalis karena struktur lokasi-lokasi pengikatan molekul karbondioksida yang bersifat terbuka. Ini berarti bahwa struktur tetramer tembaga memiliki kekuatan besar untuk mengikat karbondioksida dan sekaligus mengarahkannya (menjalankan fungsinya sebagai katalis).

Sebenarnya proses mengurangi polusi karbondioksida dengan merubahnya menjadi berbagai jenis bahan bakar telah lama dilakukan, namun dengan banyak keterbatasan. Jumlah molekul karbondioksida yang dapat diikat selama ini tergantung pada seberapa banyak kombinasi antara tembaga, seng oksida, dan aluminium oksida untuk dapat dibuat sebagai unsur-unsur pembentuk katalis.  Menurut Stefan Vajda, peneliti senior pada Argonne National Laboratory, penemuan mereka bakal menghilangkan berbagai batasan selama ini, karena dari 4 atom tembaga yang digunakan, hanya sebagian yang tetap berada pada gugusan (melekat di film) sedangkan lainnya terekspos untuk menangkap molekul-molekul karbondioksida. Keunggulan yang dapat dilihat langsung adalah kenyataan bahwa energi yang diperlukan katalis baru ini jauh lebih rendah daripada yang diperlukan oleh katalis-katalis lama untuk menghasilkan methanol dalam jumlah yang sama. Keren bukan? Bayangkan kita dapat mendaur ulang karbondioksida menjadi bahan bakar cair baru dengan lebih mudah di masa depan!

Credit: anl.gov, RDmag, Copper Clusters Convert Carbon Dioxide, Azom.

Post Author: Todo Golo

Penulis profesional di bidang sains dan teknologi.

Leave a Reply