Keren! Penemuan sistem konversi video Game 2-D Ke 3-D!

Bayangkan jika video game 2-D yang biasa kita mainkan dapat dikonversi menjadi video game 3-D! Sesuatu yang rasanya mustahil namun menjadi tidak mustahil dengan bantuan sistem yang dikembangkan oleh para peneliti dari MIT dan Qatar Computing Research Institue (QCRI). Para peneliti ini mengembangkan sistem konversi otomatis yang mampu mengkonversi tampilan video game sepakbola 2-D menjadi 3-D. Video hasil konversinya dapat diputar kembali di setiap perangkat 3-D seperti TV 3-D, sistem Cardboard Google, dan lain sebagainya.

 photo CB6D87FA-14AE-4FA4-87EF-820522536336.jpg
Google Cardboard

Menurut Wojciech Matusik, seorang profesor teknik elektro dan ilmu komputer di MIT sekaligus co-developer sistem ini, display 3-D berkualitas tinggi sangat mutlak diperlukan di masa kini dan bagusnya, sistem buatan timnya mampu mengkonversi display 2-D secara otomatis real-time tanpa perlu melakukan konversi secara manual. Sistem ini dikembangkan oleh gabungan beberapa ilmuwan di bidang teknik elektro dan komputer seperti Kiana Calagari (peneliti QCRI), Alexandre Kaspar (mahasiswa pascasarjana MIT), Piotr Didyk (peneliti di Max Planck Institute for Informatics), Mohamed Hefeeda (ilmuwan utama QCRI), dan Mohamed Elgharib (mahasiswa postdoctoral QCRI).

Selama ini para ilmuwan mencoba mengembangkan berbagai sistem yang mampu mengkonversi tampilan 2-D ke 3-D namun sayangnya berbagai sistem yang mereka kembangkan hanya mampu menghasilkan tampilan yang aneh dan mengurangi kenyamanan dalam menonton.

Sistem baru ini adalah sistem yang memanfaatkan video game. Maksudnya adalah para ilmuwan gabungan MIT dan QCRI ini memanfaatkan peta 3-D detail yang dimiliki oleh berbagai video game modern. Untuk diketahui, pada video game berfitur 3-D, setiap pemain melakukan gerakan, permainan akan menyesuaikan peta 3-D dengan cepat dan menghasilkan proyeksi 2-D dari adegan 3-D yang telah disesuaikan dengan sudut pandang tertentu.

Nah, para ilmuwan ini mencoba membalikkan proyeksi. Mereka mengatur game sepakbola FIFA13 dengan cara memainkannya berulang kali sembari menganalisa setiap pergerakan dengan sebuat alat analisa video game bernama Microsoft PIX untuk terus menyimpan screenshot dari setiap pergerakan. Setiap screenshot yang dihasilkan kemudian diekstrak sesuai dengan peta 3-D yang dimiliki oleh game FIFA13.

Para ilmuwan menggunakan perhitungan algoritma standard untuk mengukur perbedaan antara dua gambar dan mengumpulkan berbagai screenshot dari berbagai sudut pandang dan konfigurasi. Screenshot yang dihasilkan mencapai puluhan ribu buah dan disimpan dalam database.

Untuk setiap frame 2-D, sistem yang dikembangkan akan mencari paling tidak 10 screenshot dalam database yang sesuai. Seluruh frame 2-D akan terurai dan mencari secara otomatis kecocokan antara video feed dan screenshot. Ketika kecocokan ditemukan, maka hasilnya adalah efek 3-D yang sangat sempurna dan tidak mengandung keanehan visual apapun. Saat ini para ilmuwan membutuhkan waktu sepertiga detik untuk memproses satu frame video namun frame-frame berikutnya dapat diproses secara paralel sehingga delay sepertiga detik tadi hanya berlangsung sekali. Sekarang para ilmuwan terus mencoba bereksperimen untuk lebih mempersingkat waktu proses frame. Nampaknya tidak lama lagi semua video game 2-D kita akan dapat kita nikmati dalam bentuk 3-D!

Credit: Science Daily, MIT News.

Post Author: Todo Golo

Penulis profesional di bidang sains dan teknologi.

Leave a Reply