Kini hanya butuh satu atom tunggal untuk menyimpan satu bit data!

Teknologi penyimpanan data yang kita kenal saat ini seperti pada compact disc, flashdrive, hard disk, dan lain sebagainya, membutuhkan setidaknya satu juta atom untuk menyimpan satu bit data. Satu bit data tersebut dapat berupa data 0 atau 1. Namun sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Institute of Basic Science (IBS), Korea Selatan, berhasil membuat sebuah metode penyimpanan data yang hanya membutuhkan satu atom tunggal untuk setiap satu bit data. Tentu inovasi ini menjadi sejarah baru di dunia data digital.

Pada penelitian ini para ilmuwan yang dipimpin oleh Andreas Heinrich sebagai direktur Pusat Nanosains Quantum IBM, menggunakan sebuah alat bernama Scanning Tunneling Microscope (STM). Alat ini memiliki kemampuan untuk melihat serta memindahkan satu atom tunggal, dan juga untuk memberikan arus listrik ke atom tersebut. Dengan menggunakan atom-atom logam holmium, para peneliti memberikan arus listrik untuk mengubah arah medan magnetik atom tunggal holmium. Perbedaan dua arah medan magnetik tersebut digunakan sebagai cara untuk ‘menulis’ sinyal 0 atau 1 pada atom.

Untuk kebutuhan pembacaan data dari tiap-tiap atom holmium, tim peneliti menciptakan sebuah alat sensor skala kuantum yang masih satu-satunya di dunia. Sensor kuantum ini berupa sebuah atom besi yang diletakkan bersebelahan persis dengan atom holmium. Dengan teknik ini, para ilmuwan berhasil mengetahui bahwa memori yang tersimpan di dalam atom holmium mampu bertahan hingga beberapa jam.

 photo 0C0CAA8A-261B-4879-B3D8-55B1488A21FA.jpg

Sebuah temuan lain yang cukup mengejutkan adalah ketika tim peneliti mencoba menggunakan dua atom holmium secara bersamaan. Dengan menempatkan dua atom holmium berjarak satu nanometer, ternyata tidak mempengaruhi kemampuan atom-atom tersebut untuk menyimpan data. Padahal sejatinya dalam skala kuantum, medan magnetik atom dapat mempengaruhi atom lain yang berdiri di dekatnya. Namun tidak demikian dengan fakta baru ini. Dengan dua buah atom holmium tersebut maka para peneliti mampu membuat empat kombinasi penyimpanan data yaitu 1-1, 0-0, 1-0, dan 0-1.

“Tidak ada efek mekanika kuantum di antara dua atom holmium. Sekarang kami ingin mengetahui mengapa,” ungkap Heinrich menanggapi fakta mengejutkan ini, seperti dikutip dari Science Daily. “Kami membuka kemungkinan baru untuk nanosains kuantum dengan mengontrol secara presisi satu atom tunggal sesuai dengan apa yang kita inginkan. Penelitian ini dapat memacu inovasi media penyimpanan data komersial ke arah kemungkinan me-miniatur-kan penyimpan data.”

Kemajuan teknologi ini tentu akan menjadi satu senjata baru akan lahirnya teknologi komputer kuantum. Sebuah teknologi komputerisasi berskala nano!

Credit: Science Daily

Post Author: Onny Apriyahanda

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply