Layar Fleksibel Transparan ini Dapat Direkatkan ke Tangan Anda!

Perlombaan para ilmuwan untuk terus mengembangkan teknologi gadget transparan dan fleksibel benar-benar sedang terjadi. Setelah sebuah inovasi dari para ilmuwan Singapura dengan membuat komponen memori dari bahan plastik fleksibel, kini giliran para ilmuwan dari negeri ginseng Korea Selatan yang membuat layar fleksibel dan transparan. Mereka pun menganggap inovasi yang mereka buat lebih baik daripada layar fleksibel transparan sebelum-sebelumnya. Ketidakstabilan bahan plastik terhadap temperatur tinggi, membuatnya rentan rusak terhadap proses fabrikasi yang melibatkan suhu tinggi, paling tidak inilah yang menjadi kelemahan layar fleksibel sebelum-sebelumnya.

Tim ilmuwan dipimpin Professors Keon Jae Lee dan Sang-Hee Ko Park dari Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST) mengembangkan transistor ultra-tipis (ultra-thin transistors/TFT) sebagai panel matriks-aktif pada sebuah layar fleksibel yang dibuat dengan metode inorganic-based laser lift-off (ILLO), sebagai solusi atas kelemahan layar fleksibel sebelumnya. Metode ILLO sudah diperkenalkan oleh tim Profesor Lee sejak tahun 2014, sebagai sebuah metode untuk membuat komponen elektronik fleksibel berperforma tinggi.

Profesor Lee menjelaskan bahwa proses ILLO melibatkan pembuatan lapisan pengelupasan laser-reaktif pada substrat kaku, dan kemudian difabrikasi menjadi perangkat elektronik anorganik ultra-tipis. Dengan penyinaran laser melalui sisi belakang substrat, hanya lapisan anorganik ultra-tipis saja yang akan terkelupas dari substrat sebagai hasil reaksi antara laser dengan lapisan pengelupasan. Untuk selanjutnya, lapisan anorganik tadi dapat ditransfer ke segala jenis bahan seperti plastik, kertas, atau bahkan kain.


Proses pembuatan layar fleksibel TFT menggunakan metode ILLO di atas, dimana oksida TFT dibuat di permukaan substrat laser-reaktif. Setelah penyinaran laser dari sisi belakang substrat, hanya lapisan TFT yang akan terpisah dari substrat yang selanjutnya dicangkokkan ke plastik ultra-tipis setebal kurang lebih 4 μm. Pada percobaan yang dilakukan tim Profesor Lee, layar plastik ber-TFT tersebut selanjutnya direkatkan ke permukaan kulit manusia untuk demonstrasi. Dari sini didapatkan data berupa nilai transparansi optikal mencapai angka 83% dan tingkat mobilitas sebesar 40 cm2/V s sekalipun setelah dilakukan berbagai tes tekuk (bending).

Profesor Lee berujar, “Dengan menggunakan proses ILLO, fabrikasi teknologi layar fleksibel transparan berperforma tinggi menjadi lebih murah dengan tidak menggunakan substrat polimida. Bahkan oksida semikonduktor kualitas tinggi dapat dengan mudah dipasang ke kulit maupun bahan fleksibel lain.”

Credit: Science Daily, Electronics Cooling

Post Author: Onny Apriyahanda

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply