Mengenal Fungsi Paddle Shift, bukan sekedar hiasan kemudi

Ajang balap roda 4 paling bergengsi di dunia, yaitu Formua 1 (F1) memang syarat akan teknologi roda 4 paling mutakhir dalam dunia otomotif. Maka tidak mengherankan apabila mobil-mobil sport yang beredar saat ini sdikit banyak mengadopsi teknologi dari mobil balap F1. Kita mulai saja dari lingkar kemudi atau setir F1. Mobil F1 melakukan akselerasi (menaikkan gigi) dan deselerasi (menurunkan gigi) melalui sebuah kontrol di belakang setir yang dinamakan Paddle Shift. Seperti halnya sistem Tiptronic, paddle shift membuat pengendaraan mobil dengan transmisi otomatis seperti layaknya mobil bertransmisi manual. Untuk mengenal macam-macam type transmisi otomatis, bisa membaca di artikel Perbedaan Teknologi Transmisi Otomatis Mobil Torque Converter, CVT, dan Dual Clutch.

 photo maxresdefault-21-640x360_zpsqvffkuqh.jpg

Aplikasi paddle shift di mobil sport sepertinya sudah menjadi fitur wajib. Beberapa contoh yang bisa kita temukan adalah pada mobil sport Ferrari, Lamborghini, BMW M series, Mercedes Benz AMG series, Nissan GT-R, Ford Mustang, dan masih banyak tipe mobil sprt lainnya yang memakai paddle shift untuk kontrol transmisinya. Saat ini trend dari paddle shift ini sudah mulai menjamur di mobil komersial untuk dipakai sehari hari.

 photo new paddles_zpsdtvmulzk.jpg

Ada dua model paddle shift. Pertama, yang mengikuti gerak kemudi dan kedua yang tidak mengikuti gerak kemudi atau statis. Honda menjadi salah satu pabrikan yang mengadopsi sistem paddle shift mengikuti gerak kemudi. Sedangkan Mitsubishi memakai tipe yang statis. Apapun model yang dipakai, penggunaan dan keuntungan relatif sama.

 photo 2012-bmw-328i-sport-paddle-shifters-750x469_zpsiwhyap5c.jpg

Kita ambil contoh pada mobil transmisi otomatis Honda, fitur Paddle Shift dapat diaktifkan dengan cara menekan tuas (paddle) saat mobil sedang berada di posisi transmisi D atau S. Ketika diaktifkan pada posisi D, Paddle Shift akan berfungsi secara semi manual, dimana transmisi akan berubah otomatis saat mesin mendeteksi waktu pergantian gigi, namun pengemudi tidak menekan tuas. Sementara jika diaktifkan pada posisi S, Paddle Shift akan bekerja secara manual sepenuhnya dan memungkinkan pengemudi sepenuhnya mengendalikan pergantian gigi layaknya mobil bertransmisi manual. Paddle Shift memberikan tingkat akselerasi dan torsi yang lebih tinggi, sekaligus dirancang secara ergonomis seperti yang biasanya terdapat pada sebuah mobil F1.

 photo 2014-Honda-City-Performance-Review_zpses2hoje4.jpg

Sayangnya sampai saat ini masih banyak yang belum begitu paham cara pakai Paddle Shift. Bahkan dibiarkan saja layaknya hiasan dari setir. Padahal fitur Paddle Shift sendiri dihadirkan dengan memberi banyak keuntungan bagi mobil transmisi otomatis. Untuk menghadirkan sensasi berkendara seperti transmisi manual. Jadi tenaga mesin akan lebih terasa, berguna saat membutuhkan akselerasi dan deselerasi yang diinginkan. Perpindahan gigi transmisi bisa sesuai waktu yang diinginkan. Atau saat butuh engine brake juga bisa pakai. Terkadang saat akan menyusul kendaraan lain, tenaga mesin seperti terasa kurang, bukan mesin yang bermasalah, tapi posisi gigi transmisi terlalu tinggi, sehingga akselerasi lambat. Untuk driver yang biasa dengan mobil transmisi otomatis tentu bisa mensiasati dengan metode kickdown, tetapi dengan adanya paddle shift maka hal ini bisa dilakukan cukup dengan tap paddle sebelah kiri (menurunkan gigi), maka kendaraan akan langsung melaju dengan tepat.

 

Credit : Wikipedia: Semi-automatic Transmission

Post Author: Andri Eko

Seorang anak manusia yang menyukai perkembangan teknologi otomotif dan gadget.

Leave a Reply