Mungkinkah ​Jari Elektronik Dapat Merasakan Tekstur Selayaknya Jari Asli?

Para peneliti yang berasal dari Swiss Federal Institute of Techology in Lausanne atau biasa dipanggil dengan EPFL berhasil membuat teknologi jari elektronik yang dapat merasakan tekstur selayaknya jari sesungguhnya. Jari elektronik ini tentu saja sangat membantu orang yang telah kehilangan jarinya agar dapat merasakan kembali tekstur dan bentuk dari berbagai benda. Dengan menggunakan jari buatan ini, orang bahkan akan dapat membedakan berbagai macam tekstur baik kasar maupun lembut dengan ketepatan mencapai 96%.

 photo E08433D5-BBC7-4B5B-9FF0-5924973EA837.jpg

Tentu saja pencapaian yang dilakukan EPFL membutuhkan kerjasama dengan orang lain dan salah satu orang yang turut berjasa dalam penelitian tersebut adalah Dennis Aabo Sørensen. Dennis Aabo Sørensen telah kehilangan tangan kiri semenjak kecelakaan kembang api yang terjadi 9 tahun silam. Setelah kejadian tersebut, Dennis Aabo Sørensen sangat merasakan kehilangan atas tangan kirinya. Namun sekarang para peneliti asal EPFL telah berhasil membuat salah satu mimpinya menjadi kenyataan yaitu dapat merasakan kembali barang – barang yang ada di sekitarnya dengan menggunakan tangan kirinya. Para peneliti tersebut menciptakan jari buatan yang dihubungkan dengan sistem saraf tangan kiri milik Sørensen. Mereka menggunakan elektroda sebagai penghubung syaraf tangan sampai dengan ujung jari buatan yang peka dengan tekstur. Saat Sørensen menggosokkan elektroda tersebut pada suatu tekstur benda, maka sensor akan menangkap tekstur benda yang disentuh. Kemudian sensor tersebut akan menghasilkan sinyal listrik dimana sinyal listrik tersebut diubah menjadi sinyal yang sama dengan yang dihasilkan oleh syaraf indera peraba untuk dapat dideteksi otak.

 photo 77ED3A38-F83A-4AE8-98F7-4ECE6D08D892.jpg

Pada penelitian ini, tim dari EPFL juga melakukan kerjasama dengan beberapa orang yang tidak diamputasi tangannya dan mereka dimohon untuk menggunakan jari buatan tersebut. Mereka yang tidak diamputasi tangannya dites untuk merasakan perbedaan tekstur plastik dengan jari buatan dan jari mereka yang sesungguhnya. Hasilnya telah terbukti bahwa jari buatan yang digunakan oleh mereka mampu berfungsi dengan baik dan tekstur yang dirasakan sangat mirip dengan jari normal mereka. Para peneliti juga menyimpan hasil gambar aktivitas otak dari orang – orang yang turut menyukseskan penelitian mereka. Hasil gambar aktivitas otak dari sinyal yang dikirim oleh jari elektronik itu sangat mirip dengan hasil gambar aktivitas otak dari sinyal yang dikirim oleh jari normal saat keduanya dites untuk merasakan berbagai tekstur.

Credit: Engadget, Swiss Info, Daily Mail.

Post Author: Novia Fitriana

Science is my passion...

Leave a Reply