Otak Anda menciut saat Anda depresi! Ini fakta ilmiah!

Sudah menjadi sifat dasar manusia jika ia tercipta untuk lebih mudah menemukan ketidaksempurnaan daripada kesempurnaan. Sangat lazim jika kita sangat mudah menemukan kesalahan orang lain terlebih dahulu daripada kelebihannya. Bisa saja kebaikan seseorang yang sudah dilakukan seumur hidup dapat dengan mudah terhapus di dalam memori kita hanya karena sekali saja kesalahan yang ia lakukan. Ini sifat alami manusia. Manusia cenderung lebih mudah mencerca daripada memaafkan. Manusia lebih mudah memasukkan ingatan-ingatan buruk daripada yang baik. Pada akhhirnya otak kita lebih cenderung mudah untuk stres daripada merasa tenang dan bahagia.

Namun tahukah Anda apa yang sebenarnya terjadi pada otak Anda jika Anda mengalami stres atau sebaliknya sedang bahagia?

Di dalam otak manusia, bahagia atau tidak bahagianya seseorang berkaitan dengan salah satu bagian otak bernama Prefrontal Cortex (PC). Menariknya adalah bagian ini tidak berkembang pada saat seorang bayi lahir ke dunia, PC justru berkembang dan terbentuk sangat kuat seiring dengan berbagai pengalaman yang dialami selama manusia itu hidup di dunia. Otak manusia tumbuh sangat pesat di enam bulan pertama setelah lahir. Otak akan tumbuh terus dengan stabil hingga usia empat tahun, dan selanjutnya akan mencapai pertumbuhan 10% terakhir hingga dewasa.

 photo 4B3C3F6D-1183-4F0F-8478-523E2865E8FD.png.jpeg

Fokus pada satu fakta unik yang menyebutkan bahwa otak kita secara terus-menerus terbentuk berdasarkan pengalaman semasa hidup, memunculkan satu istilah baru di dunia neuroscience yaitu neuroplasticity. Neuroplasticity adalah sifat plastik otak kita yang bisa diubah bentuknya sesuai dengan pengalaman yang kita alami. Pengalaman bahagia secara ilmiah diketahui membuat otak semakin plastis dan berkembang, terutama pada bagian dentate gyrus di dalam hippocampus otak. Sedangkan perasaan tertekan atau depresi akan membuat bagian otak ini menjadi ciut dan mengecil. Dentate gyrus merupakan bagian otak yang mengatur sifat keterbukaan seseorang terhadap hal baru. Oleh karena itulah orang yang terjebak di dalam kekhawatiran, depresi, atau stres akut, cenderung bersifat tertutup. Tak jarang mereka merasa dunia semakin sempit dan sesak, atau bahkan mengakhiri cerita hidupnya dengan cara tragis, bunuh diri. Lain cerita saat Anda merasa selalu bahagia, Anda menjadi terbuka terhadap ide baru, merasa sangat tertarik dengan fakta-fakta baru. Hal ini adalah sesuatu yang terbukti ilmiah. Anda tidak perlu mendebatnya. Sengaja atau tidak sengaja, dentate gyrus Anda akan secara alami memproses perasaan bahagia Anda, sehingga otak Anda terus tumbuh membentuk jiwa yang berkarakter kreatif dan kritis.

Credit: Your Brain on Happiness: The Neuroscience of Joy

Post Author: Onny Apriyahanda

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply