Para Ilmuwan Akan Mengirim 50 Satelit-Mini Untuk Mempelajari Lapisan Paling Luar Atmosfer Bumi

Masih ingatkah Anda bahwa atmosfer Bumi kita tersusun atas beberapa lapisan? Lapisan-lapisan tersebut memiliki karakteristik dan fungsi masing-masing. Lapisan paling penting dan dianggap cukup misterius karena masih sedikit data dimiliki oleh para ilmuwan adalah termosfer. Dianggap paling penting karena lapisan inilah yang melindungi semua makhluk hidup di Bumi agar tidak terpapar radiasi cahaya luar terutama yang berasal dari matahari. Termosfer menyerap sebagian besar, bahkan hampir keseluruhan, panas yang masuk ke Bumi. Lapisan yang terletak di atas 85 km dari permukaan Bumi ini memiliki temperatur yang terus meningkat seiring dengan ketinggiannya, hingga bahkan mampu mencapai temperatur 2.500°C.

Demi lebih memahami lapisan termosfer ini, para ilmuwan berencana untuk mengorbitkan 50 satelit-mini di ketinggian 200 hingga 300 km di atas permukaan Bumi, yang mana ketinggian ini dianggap sebagai ketinggian krusial dalam melindungi kita dari bahaya ruang angkasa. Pengorbitan satelit-satelit mini yang diberi nama CubeSats tersebut tidak dengan jalan meluncurkannya satu-persatu dari daratan, akan tetapi akan dilepaskan dari Stasiun Ruang Angkasa Internasional ISS (International Space Station).

“Pemahaman akan area ini masih sangat rendah dan sulit untuk diteliti. Selain itu, ia juga menjadi penghubung antara planet kita dengan ruang angkasa,” ungkap Andrew Dempster salah satu anggota tim peneliti dari University of New South Wales (UNSW), Australia. “Di sinilah tempat radiasi ultraviolet dan sinar-X dari Matahari bertubrukan dengan Bumi, lalu menimbulkan aurora dan potensi bahaya lain yang bisa mengganggu jaringan listrik serta komunikasi.”


Proyek yang diberi nama proyek QB-50 ini melibatkan banyak sekali ilmuwan dari 28 negara termasuk negara-negara Eropa, Jepang, Amerika Serikat, dan Australia. Masing-masing negara seakan memiliki spesialisasi sendiri-sendiri. Seperti tiga satelit mini milik Australia yang masing-masing bernama UNSW-Ec0, INSPIRE-2w, dan SUSat, memiliki titik fokus penelitian khusus. UNSW-Eco dikirim ke termosfer untuk mempelajari komposisi atomiknya. Sedangkan INSPIRE-2, yang merupakan proyek gabungan antara University of Sydney, UNSW, dan Australian National University, akan mengukur temperatur elektron serta kerapatan plasma lapisan termosfer. Untuk SUSat yang dikembangkan oleh University of Adelaide, akan membawa sensor bernama INMS (Ion/Neutral Mass Spectrometer) untuk meneliti massa material terionisasi dan netral (seperti O, O2, dan N2) pada lapisan termosfer rendah.

Masing-masing satelit yang berbentuk kubus ini memiliki ukuran rata-rata 10 cm untuk tiap-tiap rusuknya. Mereka akan beroperasi setidaknya selama tiga hingga sembilan bulan lamanya. Bahkan jika memungkinkan, mereka akan beroperasi selama satu tahun penuh. Penelitian ini menjadi sangat menarik karena tidak membutuhkan biaya besar layaknya mengirimkan sebuah satelit berukuran besar seperti biasanya.

 photo 82EAE594-0E02-4605-8120-0D98F55C9D14.jpg
Satelit-mini UNSW-Eco

“Jika Anda membuat sebuah satelit mahal, Anda hanya akan mendapatkan satu set data, dan hanya itu saja. Anda akan membuang terlalu banyak uang. Tetapi jika Anda memiliki 50 satelit, Anda akan mendapatkan 50 set data dan tidak membutuhkan biaya yang besar,” demikian penjelasan Naomi Mathers dari Advanced Instrumentation Technology Centre, Canberra, Australia. Namun demikian biaya proyek inipun masih tidak cukup murah. Diperkirakan dana sebanyak US$ 750.000 atau sekitar 9,75 Miliar Rupiah akan dihabiskan untuk mendukung penelitian ini.

Pengorbitan satelit-satelit imut ini diperkirakan akan dilakukan sekitar bulan Desember nanti. Sebelumnya roket Orbital ATK Antares akan mengirimkan CubeSats ke ISS dari landasan Pulau Wallops, Virginia, Amerika Serikat. Proses pengorbitannya pun akan membutuhkan waktu satu bulan lamanya. Sesampainya CubeSats di stasiun ruang angkasa ISS yang mengorbit pada ketinggian 380 km di atas permukaan Bumi, ISS akan turun hingga mencapai lapisan termosfer yang paling rendah. Dari ketinggian inilah satelit-satelit ini akan dikeluarkan ke atmosfer dan memulai pekerjaan mereka.

Credit: Science Alert, Wikipedia: Thermosphere, Sky Rocket

Post Author: Onny Apriyahanda

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply