Pasir dari gurun Abu Dhabi, ternyata mampu menyimpan panas hingga 1000°C!

Siapa sangka pasir dari gurun yang ada di wilayah negara Uni Emirat Arab ternyata mampu menyimpan cadangan energi cukup besar? Sebuah lembaga penelitian independen bernama Masdar Institute of Science and Technology, melakukan sebuah penelitian untuk mencari material penyimpan energi yang efektif, sustainable, dan murah di wilayah negara ini. Dari hasil penelitian ini, mereka menemukan bahwa ternyata pasir gurun mampu menjadi material penyimpan energi panas hingga temperatur 1000°C melalui proses Concentrated Solar Power (CSP).

 photo 89121126-BEFC-4CD9-8FFE-D18F4C4ACEC7.jpg

Concentrated Solar Power adalah sebuah metode dengan menggunakan cermin atau lensa untuk memfokuskan atau mengumpulkan energi panas matahari menjadi satu titik tertentu. Biasanya energi panas yang terkumpul dikonversikan menjadi energi lain yang bermanfaat seperti listrik. Namun penelitian yang dilakukan oleh MIST ini metode CSP digunakan untuk menyimpan energi panas matahari sebanyak-banyaknya ke dalam media pasir gurun.

img_2349

Menyimpan energi panas ke dalam suatu media tertentu dikenal dengan istilah Thermal Energy Storage (TES). TES akhir-akhir ini semakin populer karena mampu menyeimbangkan kebutuhan energi di area-area negara beriklim musiman. Usaha untuk menyimpan energi panas di saat musim panas dan menggunakannya di musim dingin, membuat distribusi energi menjadi efisien. TES umumnya kembali dikonversikan menjadi energi listrik ataupun langsung digunakan sebagai sumber pemanas ruangan pada negara-negara bermusim dingin. Namun lain cerita dengan negara UEA yang tidak mengenal musim dingin, pengembangan sistem TES dengan menggunakan material lokal yang murah serta melimpah seperti pasir gurun sangat cocok dengan visi pertumbuhan ekonomi dan sistem energi Abu Dhabi.

 photo 7C5FD754-06B3-47A4-BAF5-35DFFBB147E2.png
Contoh Sistem Thermal Energy Storage

Hasil analisa menunjukkan bahwa pasir gurun UEA dapat digunakan sebagai material TES hingga mencapai temperatur 800-1000°C. Komposisi pasir juga telah diketahui melalui analisa sinar X-ray fluorescence (XRF) dan X-ray diffraction (XRD), yakni berupa kuarsa dan material karbonat. Material TES umumnya tidak mampu menyerap secara langsung panas matahari yang difokuskan melalui metode CSP, namun lain halnya dengan pasir gurun Abu Dhabi yang mampu menyerap langsung panas dari metode CSP karena nilai reflektifitas radian energinya yang tinggi.

Credit: Science DailyThermal Energy StorageWikipedia: Concentrated Solar Power.

Post Author: Onny Apriyahanda

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply