Pembangkit Listrik dengan Emisi Negatif Karbondioksida Sedang Dibangun di Inggris

Terobosan terbaru dalam memerangi perubahan iklim global akan dilakukan di Inggris! Salah satu pembangkit listrik terbesar di dunia berencana untuk mengganti bahan bakarnya yaitu dari batubara ke pelet kayu. Stasiun pembangkit listrik raksasa Drax di daerah Yorkshire, Inggris, selama ini adalah salah salah satu penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di dunia, dengan emisi total tidak kurang dari 23 juta ton karbon dioksida per tahun. Pemiliknya berencana untuk mengganti bahan bakar batubara dengan pelet kayu untuk memperkecil emisi gas yang dihasilkan. Bagaimana dengan sumber daya alamnya? Tenang saja, karena aktifitas pembangkit listrik ini akan dibarengi dengan penanaman ratusan ribu pohon baru sebagai sumber pelet kayu yang akan dijadikan bahan bakar. Sejauh ini, Drax “menambang” pelet kayu dari hutan-hutan di wilayah American Deep South di Amerika Serikat.

Menurut Jeremy Tomkinson dari National Non-Food Crops Centre, sebuah badan konsultan yang selama ini mempromosikan bioenergi, apa yang direncanakan oleh pemilik stasiun pembangkit listrik di Yorkshire itu adalah penerapan teknologi modern ramah lingkungan yang mampu mengurangi kadar CO2 di atmosfer bumi. Rencana ini tidak sekedar hanya sebuah rencana karena sudah berjalan paling tidak beberapa puluh persen dari apa yang direncanakan semula. Sekedar informasi, sejak awal Juli tahun ini, sekitar 50 persen daya listrik yang dihasilkan pada pembangkit listrik di Yorkshire berasal dari pembakaran biomassa. 
image
Seperti telah disebutkan di atas, Drax sudah melakukan apa yang disebut sebagai produksi listrik berbasis pelet kayu dari hulu ke hilir. Mereka bahkan berencana untuk mendirikan anak perusahaannya di Louisiana dan Mississippi yang bertugas untuk menambang, mengolah, sampai mengapalkan produk kayu dari Amerika Serikat menuju Inggris melalui Samudera Atlantik. Masih sesuai rencana, Drax akan mengapalkan 7 juta ton pelet kayu ke Inggris pada tahun depan. Wow! Sungguh angka yang fantastis.

Bagaimanapun langkah fantastis ini harus dibarengi oleh kebijakan dari pemerintah terkait. Oleh karena itu Drax masih menunggu-nunggu lampu hijau dari Pemerintah Inggris untuk proyek mereka yang dinamakan White Rose. Proyek White Rose adalah sebuah proyek raksasa senilai kurang lebih 500 juta poundsterling yang ditujukan tidak hanya menyerap emisi CO2 tetapi juga menyimpannya di lubang-lubang penyimpanan di bawah permukaan Laut Utara. Bagaimana cara kerjanya? Secara garis besar White Rose akan menyerap gas CO2 dan menyalurkannya melalui pipa sepanjang 165 kilometer ke Laut Utara. What a giant pipeline!

 photo IMG_4348-1.jpg

Mungkin kalian merasa bingung dengan apa yang dimaksud dengan energi berbasis karbon negatif. Pendeknya, karbon negatif adalah suatu keadaan dimana unsur karbon dalam suatu entitas berkurang hingga lebih kecil dari nilai netral. Nilai netral disini maksudnya adalah suatu keadaan dimana tidak ada karbon yang diserap maupun dilepaskan ke atmosfer. Nah, energi berbasis karbon negatif maksudnya energi yang didapat dari sebuah proses pembangkitan energi yang alih-alih menambah karbondioksida ke atmosfer, justru menguranginya.

Rencana Drax ini sangat didukung oleh UN Intergovernmental Panel on Climate Change, sebuah panel antar pemerintah yang membahas tentang perubahan iklim global. Badan ini menyimpulkan bahwa penggunaan biomassa secara masif dapat menjaga pemanasan global tetap di bawah 2 derajat celcius. Ini artinya suhu global mungkin meningkat tapi tidak sampai melebihi 2 derajat celcius.

Tetapi satu hal yang cukup mengganggu adalah sebuah penelitian yang diadakan tahun lalu untuk UK’s Department of Energy and Climate Change, Departemen Energi dan Perubahan Iklim milik Pemerintah Inggris yang menyebutkan bahwa, penanaman kebun kapas untuk menggantikan pohon-pohon yang telah ditebang dapat mendorong kemungkinan bahwa alih-alih mengurangi emisi karbondioksida, pembakaran biomassa semacam pelet kayu dapat menghasilkan emisi karbondioksida sebesar tiga kali lipat dari apa yang dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga batu bara biasa!

Beberapa komentar bernada pesimisme juga dilontarkan, salah satunya adalah apa yang dikatakan oleh Scot Quaranda. Quaranda, dari Dogwood Alliance, sebuah LSM lingkungan, mengatakan bahwa penanaman pinus secara besar-besaran akan merusak heterogenitas lingkungan hutan. Sementara Thomas Gasser, seorang peneliti masalah iklim dari Perancis mengatakan bahwa walaupun dia mendukung rencana Drax ini, namun rencana ini bukanlah sebuah solusi yang secara instan akan mengatasi masalah pemanasan global.

Credit: Daily Mail, Power Engineering, Wikipedia: Drax Power Station, NewScientist.

Post Author: Todo Golo

Penulis profesional di bidang sains dan teknologi.

Leave a Reply