Penemuan Oksigen di Atmosfer Komet Churyumov-Gerasimenko diprediksi akan menganulir berbagai teori tentang pembentukan alam semesta!

Sebuah kejutan hadir di dunia ekspedisi luar angkasa! Para ilmuwan luar angkasa yang tergabung dalam proyek ROSINA baru-baru ini menemukan kadar oksigen yang cukup besar dalam atmosfer komet Churyumov-Gerasimenko. Para peneliti yang bermarkas di Center for Space and Habitability milik University of Bern, pada September lalu, menemukan jejak kehadiran oksigen ketika mereka menganalisa gas atmosfer komet; sesuatu yang tidak pernah mereka bayangkan!

Setelah menganalisa, para ilmuwan mengetahui bahwa oksigen adalah unsur keempat terbanyak dalam atmosfer komet tersebut, setelah air, karbon monoksida, dan karbon dioksida. Sebelumnya para ilmuwan berpikir bahwa oksigen hanya akan hadir dalam air, mengingat sifatnya yang reaktif, namun mereka menemukan fakta bahwa kandungan gas oksigen dalam atmosfer komet Churyumov-Gerasimenko telah bertahan selama miliaran tahun tanpa tergabung dengan gas lain.

komet [24994]

Untuk diketahui, molekul oksigen sangat sulit untuk dideteksi dengan pengukuran spektroskopi dari teleskop; sesuatu yang menjelaskan mengapa molekul oksigen belum pernah dideteksi pada atmosfer komet-komet lainnya. Menurut Profesor Kathrin Altwegg, pemimpin proyek ROSINA, rasio air-oksigen dalam kasus komet Churyumov-Gerasimenko ternyata tidak berubah dari waktu ke waktu.

Oksigen Merupakan Zat Kuno

Berbeda dengan kasus komet, kadar oksigen di bulan-bulan yang dimiliki Jupiter dan Saturnus dapat dijelaskan dengan sambaran partikel energi tinggi dari planet induk mereka masing-masing. Hal ini tidak dialami oleh komet, walaupun hampir semua komet pasti diterjang oleh partikel radiasi kosmik selama miliaran tahun. Partikel-partikel radiasi kosmik mampu memisahkan air dan menghasilkan oksigen, hidrogen, dan ozon, namun partikel-partikel ini tidak cukup kuat untuk “memecahkan” air secara masif. Penjelasan yang masuk akal dalam hal ini adalah sejarah oksigen itu sendiri. Maksudnya adalah oksigen mungkin merupakan partikel kuno yang telah terbentuk sebelum tata surya terbentuk. Secara lebih jelas, kemungkinan pada saat terbentuknya tata surya, partikel energi berkekuatan tinggi yang menerjang butiran es luar angkasa di nebula gelap (sebagai cikal bakal lahirnya bintang) menghasilkan oksigen dan hidrogen. Hal ini dibuktikan dari pengukuran lanjutan yang menyimpulkan bahwa oksigen memiliki komposisi khas nebula gelap, dengan demikian membuktikan bahwa oksigen merupakan salah satu dari beberapa zat kuno di alam semesta. Penemuan ini akan menyingkirkan beberapa teori mapan mengenai pembentukan alam semesta.

 

Credit: Science DailyNidaGeografiWikipedia: Komet.

Post Author: Todo Golo

Penulis profesional di bidang sains dan teknologi.

Leave a Reply