Penemuan “Partikel Hantu” dianggap Menjadi Bukti Adanya Alien

Sekelompok peneliti astronomi meyakini bahwa penemuan “partikel hantu” baru-baru ini adalah bukti kuat adanya kehidupan alien. Para peneliti astronomi dari Universitas Sheffield dan Universitas Buckingham dengan spesifikasi astrobiologi, sebuah cabang ilmu yang mempelajari kemungkinan kehidupan ekstra-terrestrial, telah merilis beberapa foto partikel tipis, setipis rambut manusia, yang mereka juluki partikel hantu. Beberapa ilmuwan berspekulasi cukup liar mengenai foto-foto tersebut, salah satunya adalah Profesor Milton Wainwright dari Universitas Sheffield yang menyimpulkan bahwa partikel-partikel tipis tersebut adalah dinding sel dari sejenis ganggang luar angkasa.
image

Tak pelak kesimpulan Profesor Wainwright memicu banyak komentar sinis dari para skeptis. Salah satunya adalah Seth Shostak, seorang astronom yang bekerja pada Search for Extraterrestrial Intelligence di Mountain View California, sebuah badan yang dibuat secara khusus untuk mencari bukti-bukti kehidupan luar angkasa. Shostak mengatakan bahwa kemungkinan besar partikel hantu jika diteliti akan menunjukkan bukti-bukti adanya kontaminasi terrestrial alias kontaminasi bumi atau dengan kata lain, partikel hantu sebenarnya adalah partikel yang berasal dari bumi dan entah mungkin terbawa angin melayang-layang di angkasa.

Profesor Wainwright langsung menyanggah dugaan Shostak dan mengatakan bahwa partikel hantu yang terdiri dari karbon dan oksigen tidak mengandung jejak kontaminasi bumi sedikitpun seperti serbuk sari, sel rumput atau polusi bumi. Pendapat dari pihak ketiga sangat diperlukan, dalam hal ini Chris McKay, seorang astrobiologis dari NASA, yang mengatakan bahwa klaim Wainwright dkk perlu diteliti lebih lanjut. Bagaimanapun McKay mengaku berpegang pada prinsip Carl Sagan bahwa “klaim luar biasa membuktikan bukti yang luar biasa pula”. Dalam konteks organism luar angkasa, McKay menegaskan bahwa para peneliti harus membuktikan bahwa asam amino yang terkandung dalam partikel hantu benar-benar berbeda dengan asam amino yang terkandung pada seluruh makhluk hidup di bumi, yaitu asam amino L.
 photo Attachment-1-1.png

Menanggapi hal itu, Profesor Wainwright mengatakan bahwa ia dan timnya akan menggunakan pendeteksian berbasis rasio isotop. Dengan teknik ini, dia dapat menyimpulkan apakah partikel hantu benar-benar berasal dari luar angkasa atau hanyalah partikel bumi yang terbawa ke luar angkasa. Jumlah rasio isotop menurutnya dapat digunakan untuk mendeteksi kehidupan yang bukan berasal dari bumi. Sebuah fakta lain yang mengejutkan terungkap seiring dengan pernyataan para ilmuwan astronomi Rusia yang mengklaim bahwa mereka menemukan plankton diatomik pada permukaan dan illuminator dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Klaim para ilmuwan Rusia ini dibantah oleh NASA, namun tentu perbedaan pendapat ini menimbulkan keraguan bagi para pemerhati luar angkasa dari berbagai belahan dunia, manakah di antara mereka yang berlebihan dan berbohong? Hmmm, cukup bikin penasaran bukan?

Credit: TechTimes, Unexplained Mysteries, Express.co.uk.

Post Author: Todo Golo

Penulis profesional di bidang sains dan teknologi.

Leave a Reply