Penemuan Planet Kerdil Terbaru dengan Orbit Terjauh Hingga Saat Ini

Sejak tidak lagi diakuinya Pluto sebagai planet yang sebenarnya, sudah beberapa kali ditemukan “planet kerdil” sejenis Pluto yang memiliki orbit di luar planet Neptunus. Planet kerdil adalah sebutan bagi sebuah planet yang tidak memenuhi kriteria ketiga dari tiga kriteria planet yang sudah ditentukan oleh International Astronomical Union, yakni:

  1. Memiliki orbit yang mengelilingi matahari.
  2. Harus memiliki gaya gravitasi yang cukup sehingga ia berbentuk bulat.
  3. Cukup kuat untuk menarik benda-benda ruang angkasa lain yang berada di sekitar orbitnya.

Nah, syarat ketiga inilah yang membuat Pluto terpaksa harus didepak dari pengertiannya sebagai planet. Hal ini disebabkan karena Pluto hanya memiliki massa 0,07 kali dari objek lain di sekitar orbitnya. Ini menandakan, Pluto tidak akan mampu menarik maupun memelantingkan objek-objek lain di dekatnya seperti meteor atau batu angkasa lainnya, dengan menggunakan gaya gravitasinya. Sebagai pembanding, Bumi memiliki massa planet 1,7 juta kali daripada massa objek lain yang ada di sekitar orbit Bumi.

Satu hal yang menarik adalah bahwa ternyata selain planet kerdil Pluto, di luar orbit planet Neptunus terbentang sebuah orbit raksasa yang berisi banyak objek ruang angkasa sehingga para ilmuwan memberinya julukan Sabuk Kuiper. Sabuk Kuiper merupakan sebuah orbit es yang di dalamnya terdapat beberapa objek ruang angkasa yang sudah berhasil diidentifikasi oleh ilmuwan sebagai planet kerdil, seperti Eris, Haumea, Makemake, Sedna, Quaoar, 2007 OR10, dan tentu saja Pluto yang sudah terlebih dahulu ditemukan di tahun 1930 oleh Clyde W. Tombaugh. Bahkan baru-baru ini telah teridentifikasi sebuah planet kerdil baru yang memiliki orbit super jauh melebihi planet kerdil lainnya yakni berjarak tempuh mencapai 700 tahun Bumi. Planet yang masih diberi nama sementara 2015 RR245 ini diperkirakan memiliki diameter hanya 700 kilometer saja, masih jauh lebih kecil dari planet kerdil Pluto yang memiliki diameter 2371 km.


“Dunia es di luar Neptunus, dapat menjadi petunjuk bagaimana planet raksasa terbentuk dan kemudian bergerak keluar menjauhi matahari,” demikian ungkap salah satu anggota peneliti 2015 RR245 dari University of Victoria, Michele Bannister. “Mereka dapat menjadi petunjuk bagaimana sistem tata surya kita terbentuk. Namun demikian, hampir keseluruhan objek di dunia es (Sabuk Kuiper-red) berukuran sangat-sangat kecil dan sulit dikenali; sehingga akan menjadi sangat menarik jika kita berhasil menemukan objek berukuran cukup besar dan terang untuk kita pelajari lebih detail.”

Penemuan planet kerdil 2015 RR245 yang pertama kali dikenali di bulan Februari lalu, merupakan salah satu hasil dari kegiatan survey ruang angkasa bertajuk Outer Solar System Origins Survey (OSSOS). OSSOS sejauh ini sudah mendeteksi setidaknya 500 objek ruang angkasa di sekitaran Sabuk Kuiper. Namun demikian baru 2015 RR245 saja yang teridentifikasi sebagai planet kerdil. Para astronom akan terus mengamati planet yang akan mencapai jarak orbit terdekatnya dengan matahari di tahun 2096 ini, agar didapatkan data-data yang lebih akurat.

Credit: Live Science, Universe Today, Science News.

Post Author: Onny Apriyahanda

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply