Pengembangan Alat Pacu Jantung Biologis Sedang Dilakukan!

Alat pacu jantung adalah salah satu alat keselamatan darurat. Walaupun alat ini sangat diandalkan untuk setiap kondisi medis darurat namun alat ini masih memiliki beberapa keterbatasan, diantaranya adalah kegagalan fungsi bagian-bagiannya dan resiko terinfeksi oleh virus yang datang dari tubuh pasien. Alat pacu jantung juga harus menjalani proses pengecekan rutin dan harus diganti secara berkala. Berdasarkan latar belakang masalah ini, sekelompok ilmuwan dari University of California mencoba membuat alat pacu jantung biologis yang diharapkan akan menggantikan peran alat pacu jantung elektronik di masa depan.

Menurut Vasanth Vedantham, salah seorang peneliti dari University of California, alat pacu jantung biologis terdiri dari sel-sel elektrik aktif fungsional yang dapat terintegrasi dengan jantung dan memberikan detak jantung alami tanpa memerlukan kehadiran perangkat keras asing dalam jantung. Secara teoritis, pendekatan untuk membuat alat pacu jantung biologis adalah dengan mengubah sel-sel induk (steam cells) menjadi sel-sel pacu jantung khusus yang biasa ditemukan dalam simpul sinoatrial jantung. Sel-sel pacu jantung khusus yang berhasil dibuat kemudian akan ditransplantasikan ke jantung pasien untuk mengembalikan fungsi detak jantung normal. Pendekatan lain yang dapat digunakan adalah dengan mengubah sel-sel lain dalam jantung seperti sel-sel pada fibroblas (jaringan ikat jantung) dan mengubahnya menjadi sel-sel pacu jantung.

image

Sejauh ini penelitian masih diujicobakan kepada hewan namun belum benar-benar menghasilkan sesuatu yang dianggap bisa diterapkan dalam terapi klinis pada manusia. Para peneliti masih harus memahami mekanisme pengendalian dan pemeliharaan sel-sel pacu jantung yang telah dihasilkan. Disamping itu, para peneliti merasa perlu untuk mengembangkan metode transplatasi sel pacu jantung pada bagian-bagian tertentu dalam jantung. Menurut Vedantham, alat pacu jantung biologis harus benar-benar dipersiapkan sedemikian rupa dengan standar yang paling tinggi. Karena kegagalan alat pacu jantung walau hanya sekejap dapat sangat membahayakan nyawa pasien. Bagaimanapun studi yang dipublikasikan pada tanggal 20 November 2015 di jurnal ilmiah Trends in Molecular Medicine ini menimbulkan harapan baru untuk penanganan penyakit jantung pada level sel.

Credit: Science Daily, Stem Cell World, Wikipedia: Pacu Jantung.

Post Author: Todo Golo

Penulis profesional di bidang sains dan teknologi.

Leave a Reply