PERHATIAN! Matikan ponsel ketika Anda sedang bersama bayi Anda!

Saat sedang menggendong bayi Anda, atau paling tidak saat sedang bermain bersamanya, jauhkan ponsel dari jangkauan Anda!

Paling tidak itulah bunyi pesan yang disampaikan oleh para peneliti dari University of California. Karena dari hasil penelitian yang mereka lakukan, gangguan sekecil apapun dari ponsel Anda akan sangat mempengaruhi pertumbuhan otak bayi Anda. Tidak peduli apakah itu dering telepon masuk ataupun hanya sekedar sms biasa, gangguan tersebut ternyata sangat berarti bagi pertumbuhan kesehatan emosional anak Anda.

img_2345
Tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Tallie Z. Baram mengungkapkan bahwa ritme yang konsisten dari kebersamaan orang tua bersama bayi, berperan sangat penting dalam memberikan stimulus-stimulus positif demi perkembangtumbuhan jaringan syaraf bayi. Mereka menemukan bahwa kebersamaan yang tidak konsisten, dapat meningkatkan kemungkinan anak untuk mudah depresi saat menganjak dewasa. Bahkan bahaya obat-obatan terlarang menjadi semakin mudah mengancam mereka.

“Dari banyak studi yang kami lakukan, menunjukkan bahwa rawatan sang ibu terhadap anak menjadi faktor penting untuk tumbuh kembang kesehatan emosional. Lebih penting lagi, bukan faktor seberapa seringnya sang ibu merawat anak, akan tetapi menghindari gangguan terhadap sebuah momen atau kesempatan bersamalah yang paling krusial. Untuk itu kami menyarankan untuk mematikan ponsel saat Anda sedang merawat bayi Anda, dan fokuslah atas apa yang sedang Anda lakukan,” demikian penjelasan dari Dr. Baram.

Menjelang tumbuh dewasa, anak-anak mulai menunjukkan ketertarikan terhadap hal-hal spesifik seperti permen dan mainan, hal ini menunjukkan kemampuan mereka untuk mulai dapat merasakan rasa nyaman dari hal-hal spesifik. Bahaya muncul ketika mereka tidak bisa melakukan hal tersebut, yang dikenal dengan istilah anhedonia. Jika gejala anhedonia ini dibiarkan, seseorang akan mencari kenyamanan dari hal-hal yang ekstrim seperti kebut-kebutan, alkohol, atau bahkan obat-obatan terlarang.

Lalu apa hubungan antara dekapan ibu dengan anhedonia? Dr. Baram menjelaskan lebih lanjut bahwa sistem syaraf dopamine-receptor, atau syaraf jaringan hormon dopamin, tidak langsung sempurna seketika saat bayi terlahir ke dunia. Jaringan syaraf tersebut tumbuh seiring dengan pertumbuhan anak. Menariknya adalah, sistem syaraf ini tumbuh sehat berkat stimulus dari momen-momen sekuensial terprediksikan, termasuk saat-saat menyenangkan bersama sang ibu. Jika saja momen tersebut sering terganggu, maka sistem syaraf penerima hormon dopamin tidak akan tumbuh dengan sempurna, potensi mengidap anhedonia pun menjadi lebih besar.

Perlu diketahui bahwa hormon dopamin berfungsi utama sebagai neurotransmitter, atau sebagai cairan kimia yang dilepaskan oleh neuron, untuk neuron yang lain. Otak manusia tersusun oleh banyak jaringan syaraf dopamin, yang salah satunya memegang peranan penting pada stimulus reward. Hormon dopamin meningkat saat kita mendapat stimulus reward, pemberian, atau hadiah. Maka jika jaringan syaraf penerima dopamin seseorang rusak, maka tentu ia tidak akan mudah merasakan kebahagiaan diberi hadiah.

Di sinilah peranan kita sebagai orang tua dipertaruhkan.

Just switch off your phone, and enjoy the moment!

Credit: Science DailyWikipedia: DopamineWikipedia: Anhedonia.

Post Author: Onny Apriyahanda

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply