Perkenalkan Compact Laser Weapons System (CLWS): Senjata Pembasmi Drone!

Drone yang akan kita bahas kali ini bukanlah helikopter berbaling-baling empat yang biasa kita kontrol dengan remote control. Drone juga menjadi istilah dalam dunia persenjataan militer sebagai pesawat tanpa awak. Dan beberapa hari lalu, senjata pembasmi drone terbaru didemonstrasikan di California. Senjata pembasmi drone berbasis laser ini mampu melelehkan drone dengan mudah. Senjata kembangan Boeing ini disebut sebagai the Compact Laser Weapons System (CLWS). Senjata laser ini memiliki ukuran yang kecil dan merupakan versi praktis dari High Energy Laser Mobile Demonstrator (HEL MD), sebuah senjata laser produksi Boeing sebelumnya yang biasa ditempatkan di atap berbagai kendaraan militer Amerika Serikat. 

  
Baik CLWS maupun HEL MD sama sekali tidak menggunakan peluru konvensional, melainkan hanya sinar laser yang difokuskan sedemikian rupa untuk melelehkan target. Menurut Isaac Neal, seorang insinyur Boeing, kedua senjata laser ini memiliki prinsip kerja yang dapat dianalogikan dengan mengarahkan obor las ke target dari jarak jauh dan dalam waktu singkat. Nampaknya para insinyur tidak meraih hasil buruk karena dari percobaan terakhir, CLWS mampu melelehkan dan menghancurkan drone hanya dalam 15 detik saja! Menurut Neal, setiap target tidak akan menyadari apa yang terjadi dan segera menemui kehancurannya hanya dalam beberapa detik. 

Garis besar CLWS 

CLWS mempunyai 4 bagian utama yang masing-masing mendukung proses pengubahan energi menjadi daya tembak yang mematikan. Senjata ini dilengkapi dengan baterai, sebuah sistem pendingin (chiller) yang menjaga sistem senjata dari panas berlebih, laser berkekuatan 2 kilowatt, dan sebuah beam director yang berfungsi memandu arah laser sehingga tepat menuju target. Alasan mengapa CLWS lebih kompak dibanding HEL MD adalah desain beam director-nya. Beam director yang digunakan CLWS jauh lebih kecil dan ringan. Satu keunggulan HEL MD dibandingkan CLWS terletak pada daya laser yang lebih besar, yaitu 10 kilowatt. 
 photo image2.jpeg

Perkembangan pengujian 

Sejauh ini, sampai pada pengujian terakhir di California, senjata CLWS hanya mampu menembak drone alias pesawat tak berawak. Sebenarnya, para ilmuwan tidak berhenti pada kemampuan menembak drone. Mereka merencanakan membuat CLWS mampu menembak target-target yang jauh lebih cepat, seperti rudal, mortir, bahkan peluru kecil. Untuk diketahui, HEL MD lebih mampu melakukan semua itu. 

Keunggulan senjata laser 

Pada dasarnya, senjata laser dinobatkan sebagai senjata masa depan oleh para ilmuwan militer. Senjata laser memiliki keunggulan yang terletak pada biaya operasional dan ketepatan atau presisi senjata laser itu sendiri. Bayangkan, untuk sekali menembakkan senjata laser berkekuatan 30 kilowatt, Angkatan Laut AS hanya perlu mengeluarkan uang kurang dari satu dolar Amerika saja! Coba bandingkan dengan biaya menembakkan rudal konvensional yang bisa menghabiskan ratusan juta rupiah sekali tembak. Dari segi presisi, senjata laser relatif sulit dikecoh dengan panas buatan yang biasanya dilepaskan pesawat tempur untuk menghindari sensor penjejak panas. 

Tren dunia sekarang mulai sedikit demi sedikit beralih ke senjata laser. Kita harap tren ini segera dapat diikuti oleh militer negara kita tercinta, TNI Indonesia. 

Credit: Live Science, Boeing.

Post Author: Todo Golo

Penulis profesional di bidang sains dan teknologi.

Leave a Reply