Perkenalkan J147, obat eksperimental yang mampu mengurangi gejala penuaan!

Para ilmuwan dari Salk Institute menemukan fakta menarik bahwa calon obat baru yang selama ini dianggap dapat memerangi ancaman penyakit Alzheimer ternyata mengandung unsur-unsur anti-penuaan. Calon obat bernama J147 ini pada awalnya ditujukan untuk para pasien Alzheimer yang tentunya sudah berusia lanjut. Para ilmuwan menemukan bahwa J147 memberikan efek ingatan yang lebih baik pada tikus laboratorium (tikus uji). Tidak hanya itu, calon obat ini mampu meningkatkan kesehatan pembuluh darah otak dan juga berbagai fungsi fisiologis tikus.

“Secara sederhana, J147 membuat tikus tua menjadi terlihat lebih muda”, kata Antonio Currais, salah seorang ilmuwan. Sebelumnya para ilmuwan tidak memprediksi bahwa J147 mampu memberikan efek anti-penuaan. Tentunya para ilmuwan telah mengukur dari beberapa parameter fisiologis sebelum mereka menyimpulkan bahwa J147 mengandung unsur-unsur anti-penuaan.

Apa itu Penyakit Alzheimer

Penyakit Alzheimer adalah sejenis gangguan otak progresif dan menjadi penyebab kematian utama nomor tiga di Amerika Serikat. Penyakit ini sangat identik dengan para lansia dan merupakan penyebab utama dari demensia pada lansia. Demensia adalah kumpulan penyakit yang berefek pada gangguan interaksi antara penderita dengan orang lain, yang biasanya meliputi gangguan pada memori otak, kemampuan bicara, dan berbagai fungsi motorik.

alzheimers-scan [9904]

Latar Belakang J147

Sejauh ini, berbagai obat-obatan Alzheimer yang diciptakan hanya berfokus pada penghilangan plak amiloid di otak manusia. Kehadiran plak amiloid di otak merupakan ciri khas seorang penderita Alzheimer, namun penargetan plak amiloid terbukti tidak efektif selama ini. Oleh karena itu para ilmuwan mencoba pendekatan baru dalam memerangi Alzheimer. Alih-alih menargetkan plak amiloid, para ilmuwan mengalihkan perhatian pada faktor penyebab utama dari Alzheimer, yaitu usia tua. J147 diciptakan oleh para ilmuwan dari sintesa senyawa-senyawa tertentu yang mampu melawan gejala keracunan pada otak terkait usia tua.

Perjalanan Studi

Sebelumnya para ilmuwan mendapati bahwa J147 mampu mencegah dan memperbaiki kerusakan memori pada tikus yang memiliki kecenderungan genetis terkait Alzheimer. Alzheimer dapat diturunkan secara genetis tapi mayoritas (99%) sangat terkait dengan usia tua, sehingga para ilmuwan berinisiatif untuk menguji coba J147 pada tikus yang mengalami demensia dengan cepat (hal yang dialami oleh mayoritas pasien Alzheimer di dunia).

 photo 616 9905.jpg

Para ilmuwan membagi tikus uji menjadi tiga kelompok; kelompok pertama terdiri dari tikus-tikus muda, kelompok kedua terdiri dari tikus-tikus tua, sedangkan kelompok ketiga terdiri dari tikus-tikus tua yang telah menerima asupan J147. Para ilmuwan menggunakan seperangkat tes yang digunakan untuk mengukur ekspresi gen dan metabolisme darah dalam tubuh tikus. Mereka menemukan bahwa kelompok ketiga memiliki kemampuan memori dan fungsi motorik yang lebih kuat dibandingkan dengan kelompok kedua, bahkan nyaris setara dengan kelompok pertama yang terdiri dari tikus-tikus berusia muda. J147 ternyata mampu mengurangi tingkat kerusakan/kebocoran dari pembuluh darah (gejala khas dari demensia).

Pengujian ini akan dilanjutkan dengan mengambil sampel manusia pada tahun depan. David Schubert selaku pimpinan studi dan para ilmuwan anggota tim peneliti meyakini bahwa J147 dapat menjadi solusi terbaik untuk memerangi Alzheimer.

 

Credit: Science DailyWikipedia: DemensiaWikipedia: Alzheimer’s Disease.

Post Author: Todo Golo

Penulis profesional di bidang sains dan teknologi.

Leave a Reply