Perkenalkan Robot Pengendali Bintang Laut Perusak Terumbu Karang!

Selama ini kita mengira bahwa kerusakan terumbu karang hanya diakibatkan oleh ulah manusia saja, yaitu dengan pengeboman ikan dan penggunaan racun ikan. Kita mungkin belum mengetahui bahwa berdasarkan beberapa penelitian, hewan bintang laut ternyata menyumbang sedikitnya 40% kerusakan karang. Bintang laut terutama dari jenis “Mahkota Duri” selama ini menjadi hama bagi gugusan terumbu karang di area Great Barrier Reef, Australia.

Para ilmuwan telah mencoba mengembangkan cara untuk mengendalikan populasinya yaitu dengan penggunaan bakteri dan suntik garam empedu. Penggunaan bakteri dipandang kurang aman untuk biota laut lain sehingga membutuhkan penelitian lebih jauh, sedangkan cara manual yaitu suntik garam empedu dirasa cukup aman karena hanya menargetkan setiap makhluk bintang laut. Untuk diketahui cairan garam empedu sangat mematikan untuk membunuh bintang laut dan beberapa mollusca laut lainnya.

 photo Attachment-1-4.jpg

Selama ini cara manual yaitu dengan menyuntikkan cairan garam empedu dirasa kurang efektif. Biasanya para penyelam membunuh bintang laut yang mengganggu terumbu karang dengan cara menyuntiknya satu-persatu dan tentu bisa dibayangkan cara ini sangat tidak efektif mengingat persebaran bintang laut yang melekat di sela-sela gugusan terumbu karang dan keterbatasan seorang manusia untuk menyelam. Sebuah pertanyaan muncul yaitu bagaimana aplikasi teknik suntikan garam empedu yang efektif dan mampu menjangkau gugusan terumbu karang di bawah permukaan laut?

 photo Attachment-1-5.jpg

Nampaknya problem ini dapat teratasi dalam waktu dekat. Baru-baru ini, dua orang ilmuwan dari Queensland University of Technology, Matthew Dunbabin dan Feras Dayoub, telah menciptakan robot yang mampu menyelam di bawah permukaan air laut dengan tujuan membunuh segerombolan bintang laut yang selama ini merusak terumbu karang di area Great Barrier Reef. Robot pembunuh bintang laut berbentuk torpedo berwarna kuning ini dibekali dengan otak komputer khusus yang dihubungkan dengan sistem sensor yang mampu mengenali bintang laut dan memutuskan secara mandiri untuk menusukkan jarum suntik yang berisi cairan garam empedu.

image

Hal yang unik adalah jika robot tidak yakin akan obyek yang dilihatnya, bintang laut atau bukan, maka robot akan mengirimkan gambar obyek tersebut ke operator manusia dan menunggu konfirmasi mengenai langkah apa yang harus diambil. Pengembangan robot ini terus dilakukan dan di masa depan robot ini diharapkan tidak perlu lagi untuk meminta konfirmasi dari manusia tentang langkah yang harus diambil. Penemuan ini tentunya akan sangat membantu manusia dalam menjaga kealamian lingkungan dengan cara yang lebih efektif dan efisien.

Credit: NBCnews, The Guardian, Newser, DW.com.

Post Author: Todo Golo

Penulis profesional di bidang sains dan teknologi.

Leave a Reply