Reaktor-Nano ini Memproduksi Hidrogen sebagai Biofuel

Selama ini kita mengetahui metode untuk memecah molekul air menjadi bahan bakar hidrogen dan oksigen adalah dengan menggunakan proses elektrolisis. Proses ini memisahkan atom hidrogen dan oksigen di dalam molekul air dengan jalan mengalirkan arus listrik ke dalam air. Namun tahukan Anda bahwa sebenarnya ada begitu  banyak cara untuk menghasilkan hidrogen dari air? Bahkan proses fotosintesis tumbuhan menjadi proses pemisahan molekul air yang paling canggih yang pernah ada.

Beberapa ilmuwan dari Indiana University beberapa waktu yang lalu dilaporkan telah melakukan sebuah terobosan dengan menciptakan sejenis katalisator untuk meningkatkan efisiensi pemisahan hidrogen dari molekul air. Katalisator yang dimaksud adalah semacam virus yang disuntikkan ke dalam enzym pemecah molekul air. Dengan cara ini, para ilmuwan tersebut mengklaim mampu meningkatkan efisiensi produksi hidrogen hingga 150 kali lipat dari cara konvensional menggunakan enzym sejenis.

160104164212_1_900x600

Trevor Douglas, seorang Profesor yang memimpin penelitian ini mengungkapkan bahwa para peneliti menggunakan kemampuan unik virus untuk membangun sendiri bangunan genetiknya, dan penggunaan enzym sensitif yang mampu mengikat proton serta mengambil gas hidrogen dai air. Pada akhirnya akan didapatkan sebuah partikel yang menyerupai virus, yang berguna sebagai katalisator untuk produksi hidrogen.

 photo nchem.2416-f1.jpg

Materi genetik yang digunakan untuk menghasilkan enzym tersebut adalah dari dua jenis bakteria Escherichia coli. Dua jenis bakteria yang dikenal dengan nama hyaA dan hyaB, merupakan jenis bakteri E. coli yang termasuk ke dalam tipe bakteri hydrogenase atau bakteri pemecah atom hidrogen. Nah, penggabungan kedua jenis bakteria tersebut dilakukan di dalam sebuah kapsid. Kapsid dapat dikatakan sebagai “cangkang” dari sebuah virus. Pada proses ini digunakan kapsid dari virus bakterial P22. Pada akhir proses akan didapatkan biomaterial baru yang diberi nama “P22-Hyd”. Biomaterial inilah yang selanjutnya berfungis sebagai enzym untuk mengambil atom hidrogen dari air secara organik.

Kelebihan utama dari inovasi ini adalah pemroduksian biomaterial P22-Hyd yang dapat dilakukan di temperatur ruang. Sehingga amat sangat mudah untuk dikembangbiakkan secara masal. Dengan kemudahan tersebut, biomaterial ini sangat mungkin untuk digunakan secara besar-besaran memproduksi hidrogen sebagai bahan bakar. Metode ini diyakini akan dengan mudah menggusur metode konvensional seperti elektrolisis.

Credit: Science DailyWikipedia: Water SplittingWikipedia: HydrogenaseWikipedia: Capsid.

 

Post Author: Onny Apriyahanda

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply