Reaktor Nuklir Berbahan Baku Air, dapat menjadi Sumber Energi Terbarukan di Masa Depan!

Kabar baik bagi penyediaan sumber energi alternatif di dunia. Energi fusi nampaknya akan dapat segera digunakan dalam pembangkit listrik skala kecil. Energi fusi yang digunakan dihasilkan dari berbagai reaksi kimia yang melibatkan air. Hal ini berarti manusia akan mendapat satu lagi sumber energi ramah lingkungan dan murah. Sebuah penelitian yang dilakukan di University of Gothenburg mencoba menghasilkan generator pemanas dan generator listrik bertenaga energi fusi nuklir yang melibatkan air sebagai bahan dasarnya. 

Apa itu energi fusi nuklir?

Energi fusi nuklir adalah energi yang dihasilkan dari penyatuan dua inti atom yang membentuk satu inti atom yang lebih besar. Penyatuan dua inti atom menjadi satu inti atom akan melepaskan sebuah energi yang cukup besar yang disebut energi fusi nuklir. Bagi Anda yang selama ini belum mengetahui keberadaan energi fusi nuklir di alam, sinar bintang di langit terjadi akibat pelepasan energi fusi nuklir dari “badan bintang”. Ledakan bom hidrogen juga terjadi akibat pelepasan energi fusi nuklir. Kita tahu bahwa bom hidrogen adalah salah satu bom terkuat yang pernah dibuat manusia. Ini menandakan bahwa energi fusi nuklir memiliki kekuatan yang sangat besar. 

Penelitian

Penelitian yang didanai oleh GU Ventures AB ini merupakan penelitian gabungan antara University of Gothenburg dan University of Iceland. Penelitian tipe baru dari proses fusi nuklir ini mampu menghasilkan energi fusi nuklir yang bebas neutron dan juga mampu menghasilkan elektron berat (muon) karena energi ini dihasilkan dari reaksi nuklir yang terjadi pada atom hidrogen ultra-padat (ultra-dense heavy hydrogen).

 photo deuterium.jpg
 

Menurut Leif Holmlid, seorang profesor di University of Gothenburg, proses fusi nuklir tipe baru ini lebih menguntungkan dari tipe-tipe lainnya yang sudah dikenal karena tidak menghasilkan neutron yang sering menyebabkan luka bakar pada manusia di sekitarnya. Keuntungan lainnya adalah tipe proses fusi nuklir terbaru ini tidak menghasilkan radiasi yang dapat mendatangkan efek negatif pada manusia. Proses fusi nuklir ini dihasilkan oleh reaktor fusi nuklir kecil yang ditenagai oleh hidrogen berat (deuterium). 

Apa itu hidrogen berat?

Hidrogen berat atau biasa disebut deuterium adalah salah satu dari tiga jenis isotop hidrogen. Hidrogen ini adalah isotop stabil yang ditemukan berlimpah di lautan dengan prosentasi 0,015%. Jadi, dari 6500 atom hidrogen, terdapat 1 atom hidrogen berat atau deuterium. Keunikan deuterium terletak pada kandungannya yang hanya mengandung satu proton dan satu neutron, sementara jenis hidrogen lainnya mengandung satu proton tanpa memiliki neutron. 

Keuntungan

Seperti yang telah dijelaskan di atas, hidrogen berat ditemukan dalam jumlah berlimpah di air, baik sungai maupun lautan. Hidrogen berat dapat diekstrak tanpa melalui proses yang terlalu rumit. Untuk reaktor skala besar mungkin diperlukan penanganan hidrogen berat radioaktif (tritium), namun untuk reaktor skala kecil hal ini kurang dibutuhkan. Proses fusi nuklir berbasis deuterium ini juga mampu menghasilkan energi listrik yang sangat besar dalam waktu singkat. Mengingatkan sekali lagi, proses fusi ini tidak menghasilkan neutron yang berbahaya bagi makhluk hidup dan dapat menghasilkan muon, elektron berat, yang memiliki reaksi cepat dan dapat seketika berubah menjadi elektron biasa. Ini artinya elektron berat yang dihasilkan akan segera berdaur-ulang dengan sendirinya menjadi elektron biasa dan tidak menghasilkan suatu partikel baru yang mungkin berbahaya bagi lingkungan hidup. Yang paling penting adalah tidak dibutuhkan reaktor berskala besar untuk memfasilitasi proses fusi nuklir ini.

Credit: Science Daily, Wikipedia: Deuterium, Wikipedia: Fusi Nuklir.

Post Author: Todo Golo

Penulis profesional di bidang sains dan teknologi.

Leave a Reply