Revolusi Teknologi Panel Surya: Kini Anda Dapat Mencetaknya Di Atas Benda Apapun!

Sebuah revolusi bidang teknologi alternatif kembali terpecahkan. Sekelompok mekanik dan ilmuwan Australia yang tergabung dalam Victorian Organic Solar Cell Consortium telah mengumumkan bahwa mereka akan segera memasarkan sebuah teknologi baru dalam memproduksi panel surya. Teknologi yang mereka buat tidak membutuhkan cara rumit untuk memproduksi panel surya, yang mereka butuhkan hanyalah sebuah printer! Ya, sebuah mesin cetak yang akan dengan cepat dan murah dapat mencetak panel surya ke permukaan benda apapun terutama plastik! Tentu inovasi ini akan dengan telak, cepat atau lambat, mendorong penurunan harga panel surya konvensional yang cukup mahal karena proses pembuatannya yang lebih rumit.

Penelitian yang dilakukan oleh gabungan antara mekanik dan ilmuwan dari Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO), University of Melbourne, serta Monash University ini telah dilakukan selamam beberapa tahun terakhir. Fiona Scholes, salah seorang peneliti senior dari CSIRO menyebutkan bahwa teknologi baru ini dapat dengan mudah mencetak panel surya langsung di atas lembaran plastik atau material lainnya. Bahkan ia juga dapat dicetak langsung ke peralatan elektronik macam laptop maupun smartphone, sehingga mereka mendapatkan sumber energi terbarukan setiap saat.

image

“Kami mencetaknya di atas lembaran plastik kurang lebih sama dengan proses mencetak uang kertas. Menghubungkannya dengan peralatan elektronik lain juga semudah kita memasang baterai. Ini sangat murah! Tampilannya pun juga cukup berbeda dengan solar panel silikon konvensional,” ungkap Scholes. Ia menjelaskan lebih rinci bahwa hasil cetak panel surya ini akan tampak transparan, sehingga membuatnya sangat cocok untuk diterapkan pada bangunan rumah maupun gedung.

“Tugas kami selanjutnya adalah memperbaiki efisiensi dari panel tersebut. Kami harus dapat menciptakan ‘tinta cetak’ yang mampu menyerap banyak energi matahari. Kami yakin akan dapat melakukannya dalam beberapa tahun ke depan,” demikian tambah Scholes.

Credit: EWAO

Post Author: Onny Apriyahanda

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply