Space Robotics Challenge: Kompetisi Robot Penjelajahan Planet Mars

Menjelajahi Planet Mars sudah menjadi impian manusia sejak lama. Berbagai langkah sudah dilakukan beberapa badan antariksa dunia untuk mencapai hal ini. Termasuk pengiriman robot darat Curiosity Rover buatan NASA ke planet ini, hingga konsep rumah tinggal kapsul Red Dragon bikinan Space-X yang didesain untuk mendukung kelangsungan hidup penjelajah di Planet Mars. Tak berhenti di sini saja, rupanya keseriusan NASA untuk mengirimkan misi penjelajahan ke Mars semakin terbukti dengan diadakannya Space Robotics Challenge (SRC). Kompetisi robot yang terbuka untuk umum ini diadakan NASA untuk mencari desain robot ruang angkasa yang cocok digunakan sebagai asisten astronot selama menjelajahi Planet Mars.

Sebenarnya NASA sudah sejak tahun 1996 memulai penelitian untuk membuat robot astronot yang diberi nama Robonaut. Robonaut 2 (R2) menjadi robot astronot terakhir yang berhasil mereka buat. Robot canggih ini sudah didesain memiliki tangan lengkap dengan jari-jari dan pergerakan yang mirip dengan tangan manusia. R2 sudah mampu memakai alat-alat kerja layaknya manusia, bahkan hingga sudah mampu menggunakan smartphone untuk menulis kicauan status di media sosial Twitter.

Namun kali ini NASA ingin melompat lebih jauh dengan mengadakan kompetisi robot untuk mendukung proyek Robonaut 5 (R5) mereka. Mereka menawarkan hadiah cukup besar yakni total sebanyak US$ 1 juta bagi para pemenang kompetisi ini. Para peserta dituntut untuk memprogram robot R5 sehingga mampu melewati beberapa tantangan virtual yang telah dibuat oleh NASA. Tantangan-tantangan tersebut memang hanya sebatas buatan saja, namun pihak NASA akan mendesain sebuah lingkungan simulasi yang mirip dengan kondisi aktual Planet Mars.

image

Ada dua tahap lomba yang akan dihelat oleh NASA. Pertama adalah babak kualifikasi sehingga hanya tertinggal 20 peserta dengan performa terbaik. Tantangan yang digunakan pada tahap kualifikasi ini adalah pada sistem simulasi, robot R5 harus dapat menentukan apa warna yang berkedip di sebuah panel, menekan tombol, serta berjalan menyusuri pintu tanpa terjatuh. 20 peserta terbaik babak kualifikasi akan mendapatkan hadiah sebanyak US$ 15.000, serta berhak mengikuti babak kompetisi selanjutnya.

Untuk babak selanjutnya, 20 peserta yang lolos harus mampu membuat program kontrol simulasi robot R5 yang sedang menghadapi berbagai situasi sulit akibat adanya badai pasir. Ada tiga situasi sulit yang harus mampu diperbaiki oleh R5 yakni kerusakan sistem komunikasi, kerusakan sistem tenaga surya, serta adanya kebocoran udara. Berikut adalah detail ketiga tantangan tersebut:

  1. Tantangan 1: Kerusakan Sistem Komunikasi

    Robot R5 akan berdiri di dekat sistem komunikasi yang rusak akibat badai pasir. Ia harus berjalan sedikit untuk mendekati parabola komukasi yang posisinya bergeser. Sesampainya di parabola ini, R5 harus mampu mengatur ulang arah parabola tersebut dengan mengatur tuas yang mengendalikan posisi sudut baik pitch maupun yaw. Pitch dan yaw parabola tersebut memiliki toleransi lima derajat gerak. Sebuah pesan otomatis akan dikirimkan kepada R5 tepat pada saat sistem komunikasi sudah kembali bekerja dengan baik.

  2. Tantangan 2: Kerusakan Panel Surya

    Tantangan selanjutnya, robot R5 harus mampu memperbaiki panel surya yang rusak. Setelah R5 mengambil panel baru, ia harus berjalan menuju sistem panel surya yang rusak dan menggantinya dengan yang baru. Setelah terpasang, R5 harus menghubungkan panel tersebut ke sistem catu daya, dengan jalan menyambungkan kabel yang tergeletak di bawah panel dengan panel tersebut.

  3. Tantangan 3: Kebocoran Udara

    R5 harus berjalan menyusuri sebuah ruangan, menaiki tangga untuk memasuki ruangan lain yang terdeteksi ada kebocoran udara. Untuk masuk ke ruangan ini, R5 harus mampu membuka pintu dengan memutar handle yang berbentuk lingkaran seperti handle valve. Setelah masuk ke ruangan tersebut, dengan menggunakan alat deteksi kebocoran udara yang harus diambil di sebuah meja, R5 harus mampu menemukan kebocoran udara di dinding ruangan tersebut. Setelah kebocoran ditemukan, R5 harus mengambil alat patching untuk menambal kebocoran yang telah ditemukan tadi. Dengan menekan alat patching ini dan mengarahkannya ke titik bocor, akan menghentikan kebocoran udara yang terjadi.

Masing-masing peserta akan mendapatkan kesempatan lima kali untuk tiap-tiap tantangan. NASA juga memberi batasan waktu untuk tiap-tiap tantangan yakni 30 menit paling sebentar dan 2 jam maksimal. Penilian akan dilakukan berdasarkan komplit tidaknya tiap-tiap tim untuk menyelesaikan seiap tantangan, yang di dalamnya sudah ada sub-sub tantangan lagi. Selain itu semakin banyak tantangan terpenuhi berurutan tanpa berhenti, maka akan semakin tinggi nilai yang didapatkan. Perhitungan waktu hanya akan dilakukan jika ada dua atau lebih tim memiliki nilai sama.

Pendaftaran kompetisi ini sudah mulai dibuka sejak tanggal 17 Agustus 2016 lalu dan ditutup pada tanggal 19 September 2016 mendatang. Babak kualifikasi akan segera dilakukan setelah proses pendaftaran ditutup dan diharapkan berakhir pada tanggal 15 November 2016. 20 peserta yang lolos untuk mengikuti babak selanjutnya akan diumumkan pada 1 Desember 2016. Sedangkan babak final Space Robotics Challenge akan dihelat pada 13-16 Juni 2017, dan pemenang akan diumumkan pada 30 Juni di tahun yang sama. Juara pertama hingga keempat SRC akan mendapatkan masing-masing secara berurutan hadiah uang tunai US$ 125.000, US$ 100.000, US$ 50.000, serta US$ 25.000. Tidak hanya itu, mereka juga berkesempatan untuk mengimplementasikan kode-kode pemrograman robot R5 ke kondisi nyata demi misi penjelajahan Planet Mars.

Credit: Engadget, NASA: Space Robotics Challenge, NASA: Robonaut, IEEE Spectrum

Post Author: Onny Apriyahanda

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply