SpaceX meluncurkan Sistem Transportasi Antar-Planet! Mars, kami datang!

Manusia akan segera mengkolonialisasi planet Mars! Paling tidak inilah yang baru saja dicanangkan oleh Elon Musk, CEO SpaceX, beberapa jam yang lalu pada even International Astronautical Conference ke-67 di Guadalajara, Mexico. Even tersebut sempat ditayangkan secsra langsung via Youtube. Musk menyebutkan bahwa saat ini  para insinyur SpaceX sedang mendesain sebuah roket dan pesawat antariksa yang akan digunakan sebagai alat transportasi manusia ke Mars. Tidak hanya sekedar mendesain alat transportasi handal, namun mereka sedang membangun roket dan pesawat ulang-alik yang dapat digunakan berkali-kali. Musk menyebutkan bahwa satu roket program ini akan dapat digunakan bahkan hingga 1000 kali. Dengan trik ini, diperkirakan hanya membutuhkan biaya sebesar US$ 200.000 saja per orang sehingga ia dapat mengunjungi Mars.

Sebelumnya SpaceX telah merilis sebuah video animasi yang menggambarkan bagaimana kita akan “mengkolonialisasi” Mars. Mereka akan menggunakan sebuah roket raksasa yang setara dengan 42 roket Raptor milik perusahaan antariksa swasta ini. Roket tersebut akan memiliki daya angkat hingga mencapai 13.000 ton. Dengan kemampuan tersebut, roket pendorong ini akan mampu mencapai kecepatan maksimal 8.650 kilometer per jam.

Pada konferensi pers tersebut, Musk menyebutkan akan menggunakan roket setinggi 77,5 meter berbahan dasar serat karbon. Roket tersebut akan menggunakan bahan bakar deep cryo-methalox (CH4). SpaceX akan membuat roket ini mampu kembali mendarat ke anjungan setelah 20 menit meluncur ke angkasa. Saat ia kembali, ia akan mengangkut sebuah pesawat tanki berisi bahan bakar. Selanjutnya roket dan pesawat tersebut akan meluncur ke angkasa lagi untuk menyusul pesawat antariksa sebelumnya. Di angkasa, pesawat tanki bahan bakar akan mengisikan bahan bakar ke pesawat penumpang, sehingga pesawat penumpang tersebut memiliki cukup bahan bakar untuk menuju Mars.

Setelah melakukan pengisian bahan bakar, pesawat antariksa tersebut akan berangkat menuju Mars dengan kecepatan lebih dari 100.000 kilometer per jam. Dengan jarak antara Bumi dengan Mars yang sekitar 79.000.000 kilometer, diperkirakan pesawat tersebut akan tiba di Mars dalam waktu 33 hari. Selama perjalanan menuju Mars, pesawat akan membentangkan panel surya sebagai sumber energi listrik di dalam pesawat. Panel surya ini mampu menghasilkan daya listrik hingga 200 kW. Sesampainya di Mars, pesawat akan sedikit mengalami kenaikan temperatur hingga mencapai 1.600 derajat Celcius akibat gesekannya dengan atmosfer Mars yang tipis, sebelum akhirnya mendarat di permukaan Mars.

Musk menyebutkan akan dibutuhkan waktu sekitar 40 hingga 100 tahun untuk membangun sebuah kota di Mars. Ia mengandaikan jika satu pesawat mampu mengangkut 100 orang, dan jika harus ada satu juta orang ada di Mars sehingga dapat dikatakan sebuah kota, maka akan dibutuhkan 10.000 kali perjalanan menuju planet ini. Memang bisa saja satu pesawat diisi dengan 200 penumpang untuk menghemat biaya dan mempersingkat waktu, namun tetap saja, 5.000 kali perjalanan ke Mars membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Credit: The Verge

Post Author: Onny Apriyahanda

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply