Sumber Energi Terbarukan Berhasil Menyalip Penggunaan Batu Bara di Inggris

Menjaga kelestarian alam semakin disadari menjadi kebutuhan penting manusia. Pengurangan penggunaan plastik dengan proses daur ulang, hingga usaha-usaha untuk mengurangi emisi karbon dioksida sebagai pemicu efek rumah kaca menjadi semakin didukung oleh berbagai pihak. Bahkan baru-baru ini diketahui bahwa di negara Inggris, penggunaan sumber energi listrik terbarukan seperti kincir angin, bio-fuel, dan panel surya telah melampaui penggunaan batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap.
 photo IMG_2249.jpg

Dikutip dari Gizmag, di quartal kedua tahun 2015 ini kombinasi dari kincir angin, panel surya, serta bio-fuel telah memasok sebanyak 25% dari keseluruhan kebutuhan listrik di Inggris. Jumlah tersebut ternyata lebih besar dibandingkan dengan penggunaan batu bara sebagai sumber energi untuk PLTU yang hanya memasok 20,5% saja. Tentu hal ini menjadi pencapaian yang cukup signifikan. Sebab di quartal yang sama tahun 2014, sumber-sumber energi terbarukan tersebut baru memasok listrik sebanyak 16,7% saja.
 photo IMG_2250.png

Peningkatan pasokan listrik dari sumber-sumber energi terbarukan tersebut berasal dari naiknya jumlah penggunaan panel surya yakni sebanyak 115%, serta kincir angin sebanyak 65,2% termasuk ekspansi Inggris untuk membangunnya di lepas pantai. Tentu saja tidak lepas pula dari peran pembangkit listrik milik Drax yang mengganti bahan bakarnya dari batu bara dengan kayu pelet serta kayu-kayu dari hutan yang konservasinya mereka kelola sendiri (baca artikel inovasi pembangkit listrik Drax di sini).
offshoreWind_2374471b

Tentu kondisi ini menjadi kabar baik bagi kondisi alam kita. Namun di sisi lain, kondisi ini menjadi salah satu pemicu semakin merosotnya harga batu bara di pasar dunia. Saat ini saja harga batubara adalah US$ 58,21 per ton, merosot 1,5% dari harganya yang US$ 59,14 per ton di bulan Agustus lalu.

Credit: Gizmag, CNN Indonesia.

Post Author: Onny Apriyahanda

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply