Tak Hanya Ledakan Asteroid, Udara Beracun Juga Ikut Membuat Punah Dinosaurus!

Anda mungkin sudah meyakini bahwa punahnya dinosaurus 66 juta tahun yang lalu adalah karena ledakan tumbukan asteroid berkekuatan 10 miliar kali bom atom Perang Dunia II. Namun ternyata ada satu fakta lain yang berhasil diungkap oleh para ilmuwan: mereka punah dalam kondisi keracunan.

Sebuah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Nature Communication menyebutkan bahwa racun merkuri ditemukan telah meracuni monster-monster era Cretaceous.

Manusia diketahui ikut menyumbang penyebaran racun merkuri melalui pembangkit listrik batubara serta penambangan emas. Namun sumber alami terbesar penyebaran racun merkuri adalah dari ledakan gunung berapi. Faktor inilah yang diselidiki oleh para ilmuwan dari University of Michigan atas keterkaitannya dengan kepunahan para dinosaurus.

Para ilmuwan tersebut mengungkapkan bahwa ledakan hebat dari gunung di India — dikenal dengan ledakan Deccan Traps — berkontribusi terhadap peningkatan suhu laut serta kenaikan kandungan merkuri dunia pada masa dinosaurus. Mereka menemukan kesamaan level kandungan merkuri ketika mereka membandingkan kandungan merkuri pada fosil dengan kandungan merkuri di lembah Shenandoah — sebuah kawasan polutan industri merkuri.

“Untuk pertama kalinya, kami mampu memberikan wawasan tentang dampak iklim dari ledakan vulkanik Deccan Traps dari analisa satu bahan,” demikian ungkap penulis utama Kyle Meyer. “Sangat mengejutkan untuk melihat bahwa sampel yang sama persis dengan ketika suhu laut menunjukkan sinyal pemanasan mendadak juga menunjukkan konsentrasi merkuri tertinggi, dan bahwa konsentrasi ini sama besarnya dengan yang ada di situs kontaminasi signifikan merkuri industri modern.”

Ilmuwan menyebutkan bahwa anomali merkuri ini tersimpan di lapisan sedimen tanah. Mereka yakin teknik terbaru ini akan mampu mengungkap lebih detail apa yang terjadi pada masa kepunahan dinosaurus tersebut dilihat dari sisi geologis.

Credit: CNet

Post Author: Onny Apriyahanda

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply