“Tanaman elektronik” telah diciptakan!

Para peneliti dari Linkoping University di Swedia telah menciptakan sirkuit elektronik digital yang dapat ditanamkan dalam tubuh tanaman hidup. Para peneliti ini tergabung dalam Laboratory of Organic Electronics (LOE) pimpinan Profesor Magnus Berggren. Mereka menggunakan sistem vaskular mawar hidup untuk membangun komponen kunci dari sirkuit elektronik. Eksperimen penanaman sirkuit elektronik digital dalam tubuh tanaman hidup ini telah dijabarkan dalam artikel yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances.

Latar Belakang

Tanaman adalah organisme komplek yang sangat tergantung pada transportasi ion dan hormon untuk melakukan metabolisme. Metabolisme tanaman relatif lambat sehingga menyulitkan berbagai studi tentang tanaman selama ini. Para ilmuwan memiliki sebuah ide unik yaitu melengkapi tanaman dengan fungsi elektronik yang mampu mengkombinasikan sinyal-sinyal listrik dengan proses kimia alami tanaman. Tujuannya adalah untuk menciptakan “sel bahan bakar” (fuel cells) berbasis fotosintesa, dan meningkatkan kinerja berbagai “perangkat” yang bertanggung jawab pada fungsi internal tanaman. Tidak hanya itu, dengan eksperimen ini para ilmuwan berharap dapat mengukur konsentrasi berbagai molekul yang dikandung dalam tanaman hidup.

Penelitian

Penelitian ini didanai secara independen oleh Knut and Alice Wallenberg Foundation pada tahun 2012. Penelitian dilakukan dengan fokus pada penanaman polimer konduktif pada batang mawar. Sebuah polimer, yang disebut Pedot-S, disintesa Dr Roger Gabrielsson (salah satu peneliti) dan berhasil dirakit dalam saluran xilem (pembuluh kayu) mawar tanpa mengganggu transportasi air dan nutrisi.

 photo XYLEM2.jpg

Polimer Pedot-S ini dikelilingi oleh elektrolit yang mampu mengubah polimer ini sebagai transitor elektrokimia. Definisi transitor kimia adalah transitor yang mampu mengubah sinyal ion menjadi output elektronik. Secara garis besar, polimer diubah menjadi sel elektrokimia yang mampu berinteraksi dengan ion-ion dalam tanaman. Interaksi antara ion-ion dengan polimer Pedot-S akan mengubah warna Pedot-S; setiap perubahan warna memiliki arti tertentu. Setiap definisi dari perubahan warna Pedot-S inilah yang dimaksud oleh para ilmuwan sebagai semacam “sensor” terhadap kandungan molekul dalam suatu tanaman.

Harapan

Seperti telah disebutkan di atas, harapan utama dari penelitian ini adalah kemampuan para ilmuwan untuk menciptakan semacam “pembangkit listrik” dalam tubuh tanaman yang mampu memungkinkan para ilmuwan untuk mengontrol energi yang dihasilkan oleh klorofil. Kemampuan untuk mengontrol energi yang dihasilkan oleh tanaman berarti kemampuan untuk meningkatkan kinerja dari tanaman dan ini berarti rekayasa genetik pada tanaman pangan menemukan sebuah kemajuan.

 

Credit: Science DailyWikipedia: Pembuluh Kayu.

Post Author: Todo Golo

Penulis profesional di bidang sains dan teknologi.

Leave a Reply