Tawon Brazil Menjadi Harapan Baru Bagi Para Penyandang Kanker

Harapan baru bagi penderita kanker di seluruh dunia! Sejenis tawon Brazil bernama latin Polybia paulista telah menjadi obyek penelitian bagi sekelompok peneliti gabungan dari Inggris dan Brazil. Hasil studi mengenai kemampuan yang dimiliki oleh tawon Brazil ini untuk membunuh sel kanker telah diterbitkan pada sebuah jurnal biofisik pada 1 September lalu. Studi pada Polybia paulista mengungkapkan bagaimana racun yang dimiliki tawon ini mampu secara selektif membunuh sel kanker tanpa mengganggu atau merugikan sel normal.

 photo Attachment-1-7.jpg

Tawon Polybia memiliki racun yang disebut MP1 (Polybia-MP1) yang dapat berinteraksi dengan komposisi lipid yang abnormal untuk didistribusikan ke permukaan sel-sel kanker. Begitu racun tawon mengenai permukaan sel-sel kanker, maka proses pembocoran terjadi, maksudnya racun akan menstimulasi kebocoran pada permukaan sel-sel kanker yang memungkinkan molekul-molekul penting dari sel kanker akan terlepas dan mengakibatkan turunnya fungsi sel kanker. Pada akhirnya, penurunan fungsi sel kanker akan memicu kematian sel kanker tersebut. Inilah prinsip dasar dari studi ini.

Menurut Paul Beales, salah seorang peneliti dari University of Leeds di Inggris, terapi kanker yang menarget komposisi lipid abnormal dari membran sel akan menjadi kelas atau metode baru dalam terapi kanker. Selama ini kita telah mengetahui berbagai metode terapi kanker, seperti pembekuan sel kanker (cryotherapy), peracunan sel kanker dengan racun kimia (chemotherapy), membunuh sel kanker dengan sinar radioaktif (radiotherapy), dan lain sebagainya, tapi baru kali ini metode membunuh sel kanker dengan menarget komposisi lipid membran sel kanker dilakukan.

 photo Attachment-1-8.jpg

Ciri khas dari racun MP1 adalah mengganggu membran sel. Yang menjadi pertanyaan bagi para ilmuwan adalah mengapa racun ini tidak mengganggu membran sel normal. Bales dan Joao Ruggiero Neto, peneliti lain dari Sao Paulo State University di Brazil, menduga bahwa alasannya terletak pada fakta bahwa fosfolipid atau phosphatidylserine (PS) dan fosfatidiletanolamin (PE) terletak di permukaan dalam membran sel normal, sedangkan pada sel kanker, PS dan PE terletak di permukaan luar membran sel. Untuk diketahui, PS dan PE adalah senyawa lipid membran sel yang rentan sekali terhadap serangan racun MP1. Sehingga dapat dikatakan racun tawon Brazil cenderung menyerang sel kanker dengan senyawa lipid yang terletak di sisi luar membran sel.

Para peneliti tidak berhenti pada dugaan tersebut, karena mereka kemudian menciptakan beberapa membran sel buatan, mengisinya dengan PS dan PE, untuk kemudian mengontaminasinya dengan racun MP1. Hasilnya, semakin banyak PS digunakan maka semakin mudah racun MP1 terikat pada membran, sedangkan kehadiran PE meningkatkan resiko gangguan pada membran sel yang diakibatkan oleh racun MP1. Semakin kuat pengaruh MP1 maka semakin mudah membran sel untuk berlubang. Lubang yang terjadi inilah yang akan meloloskan molekul-molekul penting dalam sel kanker.

  
Kedepannya, para peneliti akan mencoba untuk memodifikasi urutan asam amino racun MP1. Para peneliti berharap dengan modifikasi ini maka racun MP1 akan lebih ganas dalam menghajar sel kanker dan lebih selektif dalam memilih target. Tentunya ini adalah kabar yang memberi harapan baik bagi setiap penderita kanker di seluruh dunia.

Post Author: Todo Golo

Penulis profesional di bidang sains dan teknologi.

Leave a Reply