Teknologi Penyimpanan Data Menggunakan Kristal ala ‘Superman’

Apakah Anda ingat film Superman yang sedang mengobrol dengan sang ayah menggunakan proyeksi hologram yang datanya tersimpan di dalam sebuah prisma kristal? Ternyata teknologi penyimpanan data menggunakan kristal ala Superman tersebut sudah bukan lagi hanya khayalan. Sekelompok ilmuwan dari University of Southampton telah membuat satu langkah besar dalam dunia penyimpanan data yang mampu bertahan untuk jangka waktu hingga miliaran tahun. Dengan menggunakan kaca struktur-nano, para peneliti tersebut berhasil mengembangkan proses perekaman dan pengambilan data melalui teknologi 5 dimensi data digital laser femtosecond.

Teknologi nano-kristal yang digunakan pada ‘flashdisk‘ ini, membuatnya mampu menyimpan data hingga 360 terrabyte! Ketahanan termalnya mampu mencapai angka 1000°C, dan bahkan keawetannya bertahan hingga waktu yang hampir tidak terbatas jika disimpan di suhu ruang (13,8 miliar tahun pada temperatur 190°C). Dengan teknologi yang hebat tersebut membuat kita memasuki era baru dalam penyimpanan data. Dengan kemampuan hebat tersebut, penyimpanan menggunakan kristal ini akan sangat cocok digunakan oleh instansi-instansi dengan kebutuhan penyimpanan data besar untuk jangka waktu lama seperti badan arsip nasional, perpustakaan, museum, atau juga perusahaan-perusahaan besar lain yang sejenis.


Salah satu dokumen penting dunia yang sudah disimpan di dalam piringan kristal ini adalah Universal Declaration of Human Rights (UDHR). Dokumen ini direkam menggunakan laser ultra-cepat, menghasilkan intensitas pulse cahaya yang pendek dan super cepat. Dokumen tersebut tertulis pada tiga lembar struktur kristal nano yang terpisah setebal 5 mikrometer. Teknologi ini menyimpan data melalui lima dimensi (5D) parameter meliputi tinggi, panjang, lebar, orientasi, serta posisi dari pulse cahaya yang terekam di dalam kristal-nano.

 photo 382D1091-E373-4C98-9B39-474A2EE0F996.jpg

Professor Peter Kazansky, dari University of Southampton mengatakan “Sangat menyenangkan setelah mengetahui bahwa kami berhasil membuat teknologi yang mampu menyimpan dokumen dan informasi yang dapat disimpan untuk generasi masa depan. Teknologi ini dapat menyimpan dengan aman bukti kehidupan kita, bahwa semua apa yang kita pelajari tidak akan terlupakan.”

Credit: University of Southampton, CNN.

Post Author: Onny Apriyahanda

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply